buku
Image and video hosting by TinyPic
Thursday, 31 January 2013

DIALOG IMAM ABU HANIFAH

Imam Abu Hanifah pernah bercerita : "Ada seorang ilmuwan besar dari kalangan bangsa Romawi, tapi ia orang kafir. Ulama-ulama Islam membiarkan saja, kecuali seorang, yaitu Hammad guru Abu Hanifah, oleh karena itu dia segan bila bertemu dengannya. Pada hari kedua, manusia berkumpul di masjid, orang kafir itu naik mimbar dan mau mengadakan tukar pikiran dengan siapa saja, dia hendak menyerang ulama-ulama Islam. Di antara shof-shof masjid bangun seorang laki-laki muda, dialah Abu Hanifah, dan ketika sudah berada dekat depan mimbar, dia berkata :"Inilah saya, hendak tukar pikiran dengan tuan".
Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap merendahkan diri karena mudanya. Namun dia pun angkat bicara :"Katakan pendapat tuan!". Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, lalu bertanya :"Masuk akalkah bila dikatakan bahwa ada pertama yang tidak apa-apanya sebelumnya?". "Benar, tahukah tuan tentang hitungan?", tanya Abu Hanifah. "Ya". "Apa itu sebelum angka satu?". "Ia adalah pertama, dan yang paling pertama. Tak ada angka lain sebelum angka satu", jawab sang kafir itu. "Demikian pula Allah Swt". "Di mana Dia sekarang? Sesuatu yang ada mesti ada tempatnya", tanya si kafir tersebut. "Tahukah tuan bagaimana bentuk susu?". "Ya". "Adakah di dalam susu itu keju?". "Ya". "Di mana, di sebelah mana tempatnya keju itu sekarang?", tanya Abu Hanifah. "Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan bercampur dengan susu!", jawab ilmuwan kafir itu. "Begitu pulalah Allah, tidak bertempat dan tidak ditempatkan", jelas Abu Hanifah. "Ke arah manakah Allah sekarang menghadap? Sebab segala sesuatu pasti punya arah?", tanya orang kafir itu. "Jika tuan menyalakan lampu, ke arah manakah sinar lampu itu menghadap?", tanya Abu Hanifah. "Sinarnya menghadap ke semua arah". "Begitu pulalah Allah Pencipta langit dan bumi". "Ya! Apa yang sedang Allah kerjakan sekarang?". "Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di tempat tuan", pinta Abu Hanifah. Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas. "Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa pekerjaan Allah sekarang?". Ilmuwan kafir mengangguk. "Pekerjaan-Nya sekarang, ialah bahwa apabila di atas mimbar sedang berdiri seorang kafir seperti tuan, Dia akan menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mu`min di lantai, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu". Para hadirin puas dan begitu pula orang kafir itu.
Unknown Cerita Lucu

Dai’ Kondang dan Mobil Mewahnya


Seorang da’i kondang memarkir sebuah mobil mewahnya di masjid.
Seorang lelaki mendekatinya.
“Bagus bener mobilnya ustad? Gak takut hilang?” tanya lelaki itu sambil mengamati mobil mewah sang da’i.
“Tidak! Mobil ini sudah kukunci dan di pasang alarm, selanjutnya tawakal kepada Allah pada penjagaan Nya!” kata da’i itu mantap.
Lelaki itu bertanya lagi, “Yakin ustad?”.

Da’i itu mengangguk, “Ya!”.
Lelaki itu makin tersenyum sambil terus mengamati. Da’i itu begitu bangga dengan mobil mewahnya. Lalu da’i itu mengajak si lelaki untuk sholat.
“Mari sholat dengan saya? Saya jadi imam sholat di masjid ini.”
Si lelaki menggeleng, “Saya tidak mau jadi makmum anda. Anda tidak menyembah Allah.”
Da’i itu agak marah. “Kamu gila!” Da’i itu ngeloyor pergi.
Sepanjang sholat da’i itu teringat mobil mewahnya bahkan ia khawatir lelaki yang selalu mengamati mobil mewahnya akan merusaknya sebab hal itu yg paling mungkin. Kalau lelaki itu mencurinya pasti alaram mobilnya berbunyi. Di percepatnya sholat dan do’a di akhir sholat.
Ia bergegas ke parkiran. Sang da’i bernapas lega. Mobil mewahnya masih dalam keadaan baik di tempatnya. Tetapi ia melihat si lelaki menyembah mobil mewahnya. Da’i itu mendekati si lelaki. “Apa yg kamu lakukan? Kamu menyembah mobilku!” Si lelaki berdiri dan menjawab. “Bukankah mobil ini yang anda ingat sepanjang sholat bukan Allah?” Lelaki itu terus pergi meninggalkan sang da’i terpaku.
Unknown Cerita Lucu

Ini Dia Parodi Palsu, dari Angelina Hingga Ayu Ting Ting

 Cerita palsunya plat nomor salah satu mobil pribadi Anas Urbaningrum rupanya menginspirasi kalangan Facebookers (pemilik akun Facebook) untuk membuat parodi gambar lucu-lucuan berbau serba palsu!

Antara lain dengan membuat parade foto palsu mulai dari kasus Surat Palsu-nya Andi Nurpati, "Alamat Palsu"-nya Ayu Ting Ting, "Status Palsu" (judul lagu)-nya penyanyi Vidi Aldiano, 'rambut palsu'-nya Gayus Tambunan, serta tak ketinggalan kisah paling gress adalah heboh nomor plat mobil Anas Urbaningrum.


Dalam foto-foto
"parodi palsu" itu juga tercantum Angelina Sondakh yang kesaksiannya di pengadilan jadi ohrolan seru banyak orang lantaran mengaku tak punya BlackBerry (BB) tapi ternyata tersebar foto-foto masa lalunya memegang BB.

Parade foto serba palsu itu tentu saja jadi topik lucu-lucuan di FB. Meski sang penyebar parade hanya bermaksud seru-seruan, aneka komentar bermunculan. Mulai dari yang sekedar tertawa ngakak, sampai yang menanggapi dengan sangat serius.

"Bukankah budaya industri mengajarkan kepalsuan sehingga palsu adalah anak peradaban atas nama modernitas?" komentar seorang Facebookers.

"Semoga status fb kita tidak ikut-ikutan palsu," tulis yang lain. Ada juga yang melontar request (permintaan), "Pasang dong foto menteri-menteri yang janjinya palsu."

Nah, apakah Anda punya usulan foto-foto tokoh yang layak diparodikan palsu lainnya?

sumber : tribunnews.com
Unknown Cerita Lucu

Salah Pengertian

 
Di suatu pagi, ketika itu jam pelajaran baru dimulai yaitu adalah pelajaran Pengembangan Diri. Tiba-tiba Tono melaporkan salah seorang temannya yang bernama Udhin ke Guru tersebut.
Tono : "Pak, Udhin tadi berkata kotor pak."
Pak Guru : "Udhin, ayo maju ke depan"
Udhin : "Ada apa pak?" (Bingung sambil menggaruk-nggaruk kepala)
Pak Guru : "Pokoknya maju ke depan. !" (sambil membentak Udhin).
Udhin : "(Udhin maju kedepan sambil menundukkan kepala.)"
Pak Guru : "Kata Tono, Apa benar kamu tadi berkata kotor?"
Udhin : "Benar pak."
Pak Guru : "Ini di isi buku poinnya lalu tanda tangan, kamu terkena poin 10" (karena sekolah ini menerapkan sistem poin maka Udhin terkena Poin 10)
Udhin : " Lho, kok saya di poin pak? saya salah apa?"
Pak Guru : "Kamu tadi berkata kotor kan.?"
Udhin : "Iya pak benar, saya berkata kepada Rini pak, KOTOR..KOTOR...gitu. supaya dibawah meja rini itu dibersihkan sampahnya."
Pak Guru : " ('_' !)%^^&%^&%##@$#$


Unknown Cerita Lucu