buku
Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Sunday, 24 February 2013

BAHASA LANGIT


Telah ditundukannya aku sebagai penjaga alam semesta ini.
Jutaan gugusan bintang bintang...
Jutaan kumpulan bima sakti...
Jutaan galaksi dan tata surya...
Semua itu adalah yang dititipkan kepadaku dari dia (Tuhanku) untukku menjaganya agar keseimbangan itu terjaga.

Akulah yang dititipkan olehNYA untuk menjaga semua ini...
Tak terhitung (masa) bagiku...,sebagai amanah dariNYA.
Dan semua itu tidak ada yang memberatiku...

Tetapi setiap kali datang (Masa Masa) itu...
Aku seolah larut dalam pancaran astralnya...
Padahal pusat pancaran (Astralnya) tak lebih bagiku bagai sebutir debu...
Debu itulah yang membuatku sering terpaku...
Sesungguhnya( Debu) itu telah diciptakan oleh Dia(Tuhanku) sebagai tempat kehidupan mahluk mahluk ciptaannya.
'Meskipun dia bagai debu dimatamu tapi disitulah amanah terbesarku...'
'Ya Tuhanku aku tunduk untuk semua perintahmu...'
'Dan setiap (masa) itu tiba kuwajibkan padamu untuk menghormatinya...
Meskipun sebesar debu bagimu..,tapi disitu memiliki kekuatan yang melampauimu...,karena di(masa) itu,amanahku akan berpusat kesana...'
'Bolehkah aku tahu ya Tuhanku..,kumpulan Amanah apa yang kau pusatkan disana..?'
'Disana Amanahku untuk MENGUJI mahluk mahluk ciptaanku...'

Sekarang (Masa) itu hampir tiba...
Wahai( Masa )..,begitu mulianya Tuhan mengangkatmu...
Aku memang tidak mengerti mengapa Tuhanku mengangkatmu demikian tinggi...
Ya..,cuma Tuhanku yang tahu,kenapa( Masa) itu disebut RAMADHAN...
Aku memang penjaga semesta ini...
Dan dalam (Masa) itu..,aku akan tunduk pula atas RAMADHAN yang diamanahkan Tuhanku.
Wahai Ramadhan..,alam semesta ini IKHLAS menyambut (Masa) KEDATANGANMU...
MARHABAN YA RAMADHAN.
Unknown Puisi

MELINTAS


Bulan sabit diantara keremangan..,malam.
Tonggak kayu beku berdiri rapuh menantang malam.
Sepi adalah nyanyian sebuah jiwa...
Senyap adalah kunci matahati yang mati...

Malam berkubang dalam gelap.
Ada sebait syair tentang bulan sabit.
Tajam diantara tanduk runcingmu..
Melampaui tajam sembilu...
Menikam dalam kisi kisi sebuah hati.

Bulan sabit dikubangan malam..
Segeralah melintas...
Ada sebuah hati yang miris melihatmu.
Unknown Puisi

SELAMAT PAGI PARA JAHANAM


Minggu pagi ini saya ingin mengucapkan salam.
Kali ini bukan untuk kalian para kaum papa...
Tidak juga untuk kamu kaum gembel dan gelandangan...
Juga bukan untuk mereka..,kaum terbuang yang terpinggirkan...

Minggu pagi ini saya cuma menyampaikan salam kepada mereka...
Kaum koruptor...
Kaum politisi busuk...
Kaum penegak hukum yg menjungkir balikan hukum...
Kaum birokrat yang anti rakyat...
Kaum teknokrat yang tak mau tahu dengan rakyat...

Kelompok Wakil rakyat yang punya rekening busuk...
Dan mereka...kaum mapan yang tak punya hati...
Selamat pagi kuucapkan pada kalian semua...!
Selagi bisa tidurlah kalian dengan nyenyak...!
Mungkin esok atau nanti ,disaat PENGADILAN RAKYAT ITU TIBA...,tak ada tempat untuk kalian BERLINDUNG...!

Selamat pagi...
Salam hangat dari orang orang terbuang.
Unknown Puisi

SYAIR BERDARAH


Diatas belantara belantara hutanku yang meranggas.
Dipuncak gunung gunung merapiku yang meradang.
Aku bersanjak lewat sederet syair.
Aku ingin meneriakkan gemaku keseluruh pelosok negeri.
Dari desa desa terpencil hingga kedalam gorong gorong ditengah kota.

Inilah syair syair para pesakitan....
Inilah jeritan amarah kaum kaum yang dianggap pecundang...
Dari mata kemata...
Dari mulut kemulut..,kutembang syair ini sebagai ikrar kaum jelata yang tidak pernah merasakan keadilan dinegeri ini.

Inilah syair yang kutembang...
Sebagai wakil dari mereka yang dikorbankan karena politik kotor.
Inilah syair yang dibekukan dari mulut pecundang...yang tidak pernah diteriakan karena terberangus oleh penculikan.
Syair yang tersungkur ditengah jalan karena dihadang peluru peluru nyasar.
Syair yang dibungkam ditengah protes jalanan.

Syairku adalah syair kejadian yang berdarah darah...
Yang menjadi saksi jatuhnya korban korban kekuasaan.
Yang dilecehkan oleh penguasa dagelan.
Inilah syair syair yang bernyanyi dikuping kuping yang tuli.
Syair syair yang menonjok para perusak negara.
Dan syair syair yang ingin meludahi wajah wajah penguasa.

Dengarlah syair kaum pinggiran ini...
Memang cuma sebuah syair...
Tapi siapa tahu..,ini percikan kecil yang mungkin bisa membakar sebuah REVOLUSI.
Meskipun syair ini harus berdarah darah.
Unknown Puisi

SEDETIK WAKTU UNTUK DIA


Telah banyak air mata ini ditumpahkan.
Telah berkarang kerinduan ini menikam kalbu.
Tapi kenapa tak sedetikpun merasakan apa yang kurasa...

Begitu angkuhkah dirimu...?
Begitu bekukah hatimu...,sehingga tak sedetikpun kau merasa..,betapa aku amat sangat menyukaimu...

Berikanlah sedetik waktu untukku.
Biar aku dapat membasuh seluruh kerinduanku ini.
Biar aku dapat mengeringkan semua air mata yang pernah tumpah ini.

Kamu memang begitu dekat tapi jauh kugapai.
Dan aku sungguh terluka karena memendam kerinduan yang amat sangat.
Kalau sudah begini sungguh hatiku demikian rapuh.
Seandainya sedetik saja kau mau mendengar isi hatiku.
Sedetik saja
Unknown Puisi

SAAT INI


Saat ini aku ingin bersenandung...
Saat ini aku ingin menuang rindu...
Saat ini aku ingin mengucapkan salam sayang...
Hanya satu kata...
Hanya satu ungkapan...
Hanya satu makna....,KANGEN...

Kepada siapa semua ini kutujukan..?
Kepada siapa semua ini kulimpahkan..?
Kepada siapa semua rasa 'ingin' ini kucurahkan...?
Ya kepadamulah...,cuma KAMU.

Karena dengan kamu,ada banyak mimpiku...
Karena dengan kamu..,aku tak mampu berpaling lagi.
Dan dengan kamu...,banyak hasrat dan harapanku..,disitu.


Karya : Sugiharto
Unknown Puisi