buku
Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label Alam Islami. Show all posts
Showing posts with label Alam Islami. Show all posts
Friday, 24 May 2013

KISAH ELASHA BIYAHA, SEBUAH KOTA MATI DI SOMALIA

 Oleh: Hamza Mohamed
Di sebuah kota yang tidak jauh dari Mogadishu, kendaraan lambat merangkak bernegosiasi dengan lubang yang bertebaran di jalan aspal kota satu-satunya. Keledai tanpa pemilik mengembara, mencari makanan. Vila yang elegan dengan atap bersinar sekarang ditinggalkan dengan ditumbuhi tumbuhan yang mengambil alih.



Ini adalah Elasha Biyaha, sebuah kota 16 kilometer sebelah barat daya dari ibukota yang dulunya rumah bagi lebih dari setengah juta penduduk pada puncak perang sipil Somalia. Orang-orang melarikan diri dari pertempuran yang mengamuk di jalan-jalan Mogadishu. Selama 15 tahun terakhir, sekolah, universitas, rumah sakit dan pusat perbelanjaan segera ikut pergi.

Mei lalu, Al-Shabaab menghidupkan kota, kelompok bersenjata yang berjuang untuk mengubah Somalia menjadi negara Islam. Mereka juga menarik diri dari daerah di bawah tekanan pasukan Tentara Nasional Somalia dan Uni Afrika (AMISOM).

Telah terlihat perjuangan yang berkelanjutan untuk mengendalikan kota. Kebanyakan orang telah melarikan diri, menyisakan hanya beberapa ribu penduduk, dan kota yang sebelumnya ramai kini hampir kosong.

"Media mengatakan kepada penduduk kota akan ada pertumpahan darah, bahwa Al-Shabaab akan melawan tentara pemerintah dan AMISOM di kota," kata Komisaris Distrik setempat, Abdullahi Jama Siyat.

"Semua orang melarikan diri. Ketika kami mengambil alih, kota itu kosong. Hanya anjing, keledai dan kucing yang tersisa." Keselamatan warga tidak terjamin dengan petugas polisi hanya empat orang yang bekerja dan tidak ada kantor polisi.

"Keamanan terbaik adalah 50 persen dari sebelumnya. 90 persen orang belum kembali karena kekhawatiran keamanan," kata Nurdin Mohamed Jibril, seorang warga yang tetap bertahan dengan dua anaknya.

Mata pencaharian dan layanan jasa yang goyah

Warga mengatakan mata pencaharian mereka dan pelayanan dasar kota itu telah runtuh. Kota yang memiliki delapan universitas, yang membanggakan mahasiswa dari seluruh wilayah, semuanya ditutup karena mahasiswa berhenti datang. Sekolah dasar di kota juga telah mengalami nasib serupa. Setahun lalu ada 17 sekolah dasar, tetapi sekarang hanya satu yang siswanya masih menghadiri kelas.

"Karena situasi keamanan, semua orang tua meninggalkan kota dengan anak-anak mereka," kata Omar Maalin Abdi, guru Iftin, sekolah dasar yang masih terbuka. Dia menjelaskan bahwa 650 siswa sekolah telah menyusut tinggal 39 anak.
Pekerjaan juga hilang dan pos listrik setempat mengatakan telah memberhentikan 70 persen stafnya.

"Kami gunakan memasok listrik untuk 2.300 keluarga, tetapi pasokan hanya mampu untuk 250 keluarga sekarang, jadi kami harus memberhentikan 21 karyawan," kata Abdullahi Sheekow dari Perusahaan Ilys Energy Somalia. "Kami harus memberhentikan sebagian dari sembilan staf yang tersisa jika situasi tidak membaik."

Di Marwa Shopping Centre, pusat perbelanjaan utama kota, hanya delapan toko yang masih tetap dibuka, lebih dari lima puluh ditutup. Harga sewa untuk toko juga terpuruk. Tetapi beberapa pihak melihat ini sebagai kesempatan baru bagi mereka yang sebelumnya tidak bisa membelinya.

"Sebelumnya, sewa bulanan untuk toko termurah adalah $ 600, tapi sekarang sewa paling mahal untuk toko adalah $ 100 per bulan," kata pemilik toko Bashir Mohamed Nur.

Banyak dari usaha mereka telah pindah ke Mogadishu dan beberapa dari mereka berencana tidak kembali ke Elasha Biyaha.

"Saya pindah ke Mogadishu setelah 85 persen dari pelanggan saya pindah ke sini," kata Adullahi Mustaf Shiino dari belakang meja toko barunya di Hodan, distrik  ibukota. "Aku pergi ke mana pelanggan saya pergi, dan sekarang hampir semua dari mereka di sini."

Takut pergi

Komisaris Distrik setempat menyalahkan media yang menakut-nakuti penduduk setempat. "Ya, kota ini tidak seperti itu, tapi media perlu memberitahu mereka bahwa Al-Shabaab tidak di sini lagi," kata Siyat.

"Mereka harus kembali ke rumah mereka dan tidak tinggal di kamp IDP (kamp orang terlantar) di Mogadishu." Tapi bagi Safiya Mohamed Hassan, seorang ibu dari enam anak yang sekarang tinggal di salah satu kamp pengungsi di ibukota, pindah kembali ke Elasha Biyaha bukanlah pilihan.

"Saya hanya akan kembali jika segalanya kembali ke bagaimana sebelumnya atau lebih baik," katanya. "Pertama toko-toko ditutup, kemudian sekolah-sekolah, kemudian tidak ada air atau listrik. Kemudian mereka mulai berjuang dan kita tidak bisa bergerak bebas. Saya tidak akan kembali sampai keadaan menjadi lebih baik."

Haji Ali Ahmed, sebagai imam di masjid utama kota selesai salat Jumat, ia memimpin jemaah kecil dalam berdoa bagi perdamaian dan kembalinya penduduk kota. Ahmed, seorang tetua yang berbicara atas nama mereka. "Kota ini membutuhkan warganya. Sebuah kota tanpa orang bukanlah kota. Kami meminta saudara-saudara kita untuk kembali ke rumah dan toko mereka." (P09/R2).
Unknown Alam Islami

Cinta dan Al-Qur'an membimbing pemuda Amerika anti-Islam menjadi mualaf

Tumbuh di lingkungan yang membenci Islam, seorang pemuda Amerika akhirnya memeluk Islam setelah bertemu dengan seorang Muslimah berkerudung di sebuah kamp pemenang beasiswa di Washington, lansir Muslims Today pada Rabu (22/5/2013).
“Saya dibesarkan di Tacoma, dan saya belum pernah melihat seorang Muslim,” kata Carlos Sandoval, lulusan SMA Mount Tahoma, kepada The Bellingham Herald.



“Bagi saya saat itu – Arab, Islam, Muslim – itu semua sama.”

Bertemu dengan Bashair Alazadi, seorang Muslimah berkerudung berusia 16 tahun di sebuah kamp Washington pada tahun 2007, membuat Sandoval yang saat itu masih seorang Katolik berusia 17 tahun ingin menggali lebih jauh kepribadian Alazadi untuk mengetahui tentang kepercayaan gadis itu.

Dilahirkan di Irak, Alazadi pindah dengan keluarganya ke Everett pada usia 4 tahun. Dia saat itu dilempari pertanyaan tentang Islam, terutama setelah peristiwa 9/11.

“Dia bertanya mengapa saya memakai kerudung,” kata Alazadi.

“Dia ingin melihat rambut saya.”

Saat Sandovol terus mengajak Alazadi untuk kencan, dia selalu mendapat jawaban “tidak”.

Pada saat itu, Sandoval merasa tertantang untuk membuktikan bahwa Alazadi telah mengalami “pencucian otak”.

“Awalnya, saya membenci Islam. Saya berusaha meyakinkannya bahwa dia telah mengalami ‘pencucian otak’, bahwa agamanya adalah agama yang ‘menindas’,” katanya.

“Saya membeli Al-Qur’an supaya saya bisa membacanya dan menyerang dia dengan pertanyaan-pertanyaan. Namun, semakin banyak saya membaca, semakin saya belajar, semakin saya menghargai Islam.”

“Bashair lebih cerdas dari saya, lebih artikulatif. Dia lebih berasimilasi ke negara ini dari pada saya sendiri,” katanya.

“Saya dibesarkan sebagai seorang Meksiko, dan ada stigma yang
melekat. Dia dibesarkan sebagai seorang Muslim, dan ada stigma untuknya juga.”

Merasa jatuh cinta, Sandoval dan Alazadi meminta izin kepada ayah Alazadi untuk menikah pada tanggal 29 Agustus 2009.

“Saya memeluk Islam sebelum pernikahan. Saya tidak melakukannya hanya untuk menikahi Bashair. Saya menganggap ini adalah langkah terakhir dalam mempelajari Islam,” katanya.

Menemukan Islam bersama istrinya, Sandoval justru terlihat lebih mempertahankan keyakinan barunya terhadap kesalahpahaman Islam ketimbang istrinya sendiri.

“Jika seseorang mengatakan sesuatu yang tidak benar tentang Islam, saya mungkin mengabaikan mereka. Namun Carlos justru akan membimbing mereka,” kata Alazadi.

“Saya yang dibesarkan sebagai seorang Muslim, tapi sekarang dia tahu lebih banyak tentang Islam daripada saya.”

Alazadi lulus pada bulan Desember dan bekerja sebagai akuntan di Seattle, belajar untuk kredensial akuntan publik bersertifikatnya.

Sandoval lulus akhir pekan depan dan ingin bekerja di tahanan anak.

Pasangan bahagia ini menghargai cara orang tua mereka menerima keputusan mereka.

“Ayah saya tidak suka ketika dia pertama kali bertemu dengannya, tapi sekarang dia memperlakukannya seperti anaknya sendiri,” kata Alazadi.

Adapun Sandoval, istrinya telah memberikan kesan dengan orang tuanya sejak pertemuan pertama mereka.

“Orang tua saya mencintai Bashair juga,” katanya.

“Kami bangga dengan cara kedua orang tua kami menerima kami dan keputusan kami.”

Amerika Serikat adalah rumah bagi sekitar enam hingga delapan juta komunitas Muslim.

Menurut sebuah studi tahun 2011 oleh Pew Forum tentang Agama dan Kehidupan Publik, sekitar 20 persen Muslim AS adalah mualaf. Dari mereka yang menjadi mualaf, sekitar 54 persen adalah laki-laki dan 46 persennya adalah perempuan. (arrahmah)
Unknown Alam Islami

Kisah Lincoln Istri Presiden Turki

TURKI-Hayrunnisa Gul, istri Presiden Abdulloh Gul, menceritakan kisah keluarga dan kesulitan yang dihadapinya paska terpilihnya Abdullah Gul sebagai presiden Turki sangat mirip dengan kisah mantan Presiden AS Abraham Lincoln.

Pernyataan tersebut datang saat berbicara dengan wartawan di provinsi Erzurum timur Selasa pada kampanye yang bertajuk “Talking Books.”
“Saya dan suami jarang memiliki kesempatan untuk menonton film. Namun, kami akhirnya berkesempatan untuk menyaksikan film “Lincoln”, drama sejarah Amerika yang  diproduksi oleh Steven Spielberg pada tahun 2012.” kata Hayrunnisa.

Film ini menceritakan upaya Presiden Lincoln untuk melakukan amandemen ke-13 Konstitusi Amerika Serikat pada bulan Januari tahun 1865. Amandemen ini secara resmi menghapus perbudakan di negara itu.

“Ada banyak kesamaan antara cerita Lincoln dan keluarga kami,” ujar ibu negara yang berhijab ini usai menonton “Lincoln”.

“Saya pikir semua negara melewati proses dan pengalaman yang sama selama waktu tertentu. Ada beberapa momen yang menunjukkan ketika Lincoln bersama istrinya dan saya menempatkan diri pada posisi mereka. Aku melalui hal-hal yang mirip dengan mereka.” katanya.

Ketika Menteri Luar Negeri Abdullah Gül mengumumkan
pencalonan dirinya sebagai presiden pada tahun 2007, kalangan sekuler di militer Turki dan masyarakat sangat menentang pencalonan Gul karena istrinya mengenakan jilbab.

Kalangan ini melihat jilbab sebagai ancaman terhadap rezim sekuler. Rapat umum diselenggarakan di berbagai tempat menyusul pencalonan tersebut, dan militer Turki merilis sebuah memorandum terhadap Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Party) yang telah mengusung Gül dan mengancam akan mengambil segera mengambil tindakan.

Setelah terpilihnya Gül, komandan militer dan partai oposisi utama, Rakyat Republik (CHP), memboikot kegiatan yang diselenggarakan di Istana Çankaya karena jilbab istrinya.

“Sekarang, kita bicara tentang mendidik anak perempuan. Dulu kita lewati hari-hari dimana kita sangat sedih dan patah hati. Namun, syukur kepada Allah, Turki telah menghilangkan pemisah itu (larangan jilbab-red),” katanya lagi.

Pemakaian jilbab di universitas dilarang hingga 2010 di Turki. Banyak perempuan yang mengenakan jilbab harus berhenti sekolah karena larangan itu atau harus ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan mereka. Sabagaimana yang terjadi pada putri  PM Turki yang harus melanjutkan pendidikannya di Amerika hanya untuk mempertahankan jilbabnya.(eramadina)
Thursday, 23 May 2013

Detik-Detik Pendirian Negara Israel & Sultan Abdulhamid II

SETELAH keruntuhan Daulah İslam di Andalusia pada tahun 1031,berganti pulalah kehidupan  damai  bangsa Yahudi di bawah pemerintahan  kerajaan İslam menjadi  ladang pembantaian oleh Bangsa Eropa yang mengangggap mereka sebagai sampah yang perlu dibersihkan. Hingga mencapai puncaknya pembersihan etnis besar besaran pada tahun 1066 di Toledo. Hal ini lah yang membuat bangsa Yahudi bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghidari  pembersihan etnis mereka.

Daulah Usmaniyah  sejak didirikan pada tahun  1301 oleh Osman Gazi selalu menjunjung  tinggi rasa toleransi  antar agama dan bangsa. Hingga pada saat  Sulaiman yang Agung berkuasa (1520-1566),Beliau mendapatkan hadiah budak perempuan yahudi  dari  Rusia, dan kemudian diperistri oleh beliau.



Pada tahun 1648 ketika masa kepemimpinan sultan Muhammad ke-4, seorang Yahudi kelahiran İzmir,Turki  bernama Sabetay Sewi  mengeluakan  sebuah gagasan “kembali ke tanah yang dijanjikan”. Dan dia juga mengaku bahwasannya dia adalah Sang Masih yang di tunggu dan akan memimpin  Umat Yahudi kembali ke Qudus untuk mendirikan sebuah negara Yahudi. Dengan cepat gagasan ini menjadi  sebuah ideologi yang dengan cepatnya menyesaki kepala  bangsa Yahudi di seluruh dunia dan terlebih Yahudi eropa yang telah lama mendambakan hidup tenang dari ancaman keganasan Bangsa  Eropa. Tak pelak gagasan Sabetay inilah adalah sebuah benih bermulanya gerakan zionis yang meresahkan perdamaian dunia hingga saat ini.

Mungkin dalam tulisan ini saya tidak membahas terlalu dalam tentang sabetay dan kehidupannya. Namun saya akan coba membicarakan  usaha  gerakan zionis yang merupakan perwujudan ideologinya untuk mendapatkan izin kembali dan tinggal di Palestina  dari Halifah Abdulhamid  II.

Sultan Abdulhamid adalah sultan ke-34 dari kesultanan Usmaniyah yang  bertahta pada usia 34 tahun,beliau merupakan salah satu sultan usmaniyah yang terbesar dan terbaik selain Sultan Muhammad II, Sultan Yawuz Salim dan Sultan Sulaiman Yang Agung. Seorang  alim yang menguasai bahas Arab dan Persia dengan sangat baik,kritis dan cerdas dalam membaca siasat barat untuk meruntuhkan umat İslam dan negaranya.

Pada tahun 1897, setahun sebelum  kongres internasional zionis pertama di Brussel, Theodore Herzl mengarang sebuah buku berjudul “Der Judenstaat” yang berarti negara orang  orang Yahudi. Dalam kampanyenya  dihadapan 20 ribu Yahudi Safarad, yang merupakan Yahudi imigran dari spanyol, Herzl kembali menyegarkan  idelogi  Sabetay untuk kembali ke tanah yang dijanjikan dan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

Namun dia sadar, bahwa tanah palestina adalah bagian dari kesultanan Usmaniyah dibawah kepemimpinan Halifah  Abdulhamid II, maka dalam rentang  waktu 6 tahun dari tahun 1896-1902 di berusaha menemui beliau untuk berbicara berdua menyampaikan keinginan Bangsa Yahudi.

Menyadari sulitnya  bertemu dengan Sultan, pada tanggal 23 maret 1897 meminta  Kont Newlinski, seorang agen dari  Polandia dan sekaligus  teman dekat  Sultan Abdulhamid 2, untuk menyampaikan permintaannya kepada Halifah.

Dalam pertemuannya dengan Sultan Newlinski  berkata kepada Sultan. “Keadaan ekonomi negara  kita sangat memperihatinkan,jika tanpa ada bantuan finansial mustahil keadaan ini bisa membaik. Di belahan bumi lainya ada sekumpulan Zionis-Yahudi  dibawah Teodore Herzl  menjanjikan bantuan  berupa 5 juta emas  untuk anda dan 20 juta poundterling untuk melunasi semua hutang-hutang negara Anda, dan mereka berjaji  untuk membatu mengembalikan reputasi negara anda yang sempat lemah di eropa. Mereka Hanya ingin satu permintaan dari anda,yaitu izin agar mereka  boleh kembali ke Qudus. Dan jika anda mengizinkan maka mereka berjanji akan memberikan 800 ribu emas tiap tahunnya kepada  yang Mulia dan 2 juta poundterling  untuk negara Anda.”

Pada tahun 1881 badang keuangan Daulah Usmaniyah menyatakan ketidak mampuan untuk membayah utangnya, hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Herzl untuk merongrong keimanan umat İslam.

Sultan Abdulhamid II mampu membaca
gelagat buruk didepannya.Dengan segera menjawab perkataan Newlinski.” Sahabatku, katakan ini kepada Hertz agar dia tidak melangkah lebih jauh dalam masalah ini. Karena  sejengkalpun tanah ini  aku tidak bisa memberikan. Karena  itu bukan milik saya, melaikan milik ummat. Untuk mendapatkan tanah itu  para pendahulu kami bersimbah darah mengorbankan jiwanya. Dan jika tanah itu akan berpisah dengan kami, maka kamipun harus melepasnya dengan  aliran darah dan jiwa kami. Sedikitpun saya tidak bisa memberikannya. Kerjaan ku ketika hancur nanti maka kalian bisa mengambilnya tanpa biaya, namun selama saya masih bernyawa selama itu pıla keputusanku tidak akan berubah.”

Setelah gagal dalam usahanya yang pertama, Hertz berusaha  mendekati Kaisar Jerman Wilhem II yang akan mengadakan kunjungan ke İstanbul  untuk mengutarakan niatannya. Namun sayang karena ketatnya penjagaan istana maka Hertzl tidak mampu mendekati  Kaisar Wilhem.

Pada tanggal 13 agustus 1899 sebagai usahanya yang ke-3,Hertzl memberanikan diri  mengirim telegram  kepada Sultan. Dalam telegram  tersebuat Hertzl  berusaha menyakinkan sultan bahwa maksud keinginan Yahudi Hanya untuk tinggal di Qudus.S ultan  yang dalam sejarah Turki merupakan  pendiri pertama badan İntelejen negara telah mengetahui maksud dan tujuan Yahudi yang sebenarnya secara tegas menolak permintan tersebut.

Tetapi berkat kegigihannya melobi para pembesar negara pada tahun 1901 ia berhasil menemui sultan dan bertatap muka selama dua jam di Yıldız Sarayı ( İstana Yıldız). Dalam pertemuan itu Hertzl menyatakan  keinginan Kaun Yahudi Hanya hidup normal bertani di Qudus dan dia kembali menjanjikan  imimg iming yang pernah ia  sampaikan melalui Newlinsky kepada Sultan Abdulhamid.

Selama pertemuan itu sultan Abdulhamid II lebih banyak mendengar dari pada meladeni  Hertzl.Dan sekali lagi Sultan menunjukan kecerdasan dan ketegasannya dalm menolak permintaan kaum Zionis-yahudi. Setelah pertemua itu Sultan berkata “Kepala para zionis itu  tidak mampu meyakinkan saya.Dia lupa bahwa akal saja tidak mampu memecahkan semua permasalahan bangsanya. Dia  mengatakan. Dia mengatakan bahwa banga Yahahudi hanya ingin kembali ke tanah suci untuk ahidup normal bertani. Tapi aku yakin bahwa keinginan mereka bukan hanya itu. Mereka akan membentuk pemerintahan sendiri,mengirimkan wakilnya dan banyak lagi keinginan mereka. Saya mengerti keinginan sebenarnya mereka. Mereka mengira bahwa aku akan menerima semua tawaran mereka.Dan jika mereka mengobarkan permusuhan dengan ku akan masalah ini,akupun akan mengobarkannya.”

Seakan akan putus asa Hertzl berkata kepada kongres Zionis .”Harapan ku untuk mewujudkan angan Bangsa Yahudi kembali ke tanah yang dijanjikan telah hilang.Bangsa Yahudi Tak akan bisa memasuki tanah itu. Selama Sultan Abdulhamid masih bertahta maka keadaan tidak akan pernah berubah. Jika kita tetap ingin impian kita terwujud maka Abdulhamid harus kita lengserkan dari tahta dan kita gantikan dengan yang lebih berpihak kepada kita”.

Mulailah agen agen Zionis-Yahudi menyusupi partai partai dan gerakan nasionalime Turki. Hingga akhirnya melauli partai “ittihad ve terakki” yang juga bertujuan ingin mengguling Usmaniyah berhasil meloloskan Emanuel Carasso seorang Yahudi Masonic asal Kosova menjadi Anggota parlemen kerajaan.hingga mencapai puncaknya pada kudeta yang dilancarkan oleh Partai İttihad dan Terakki pada tanggal 31 Maret 1908 yang berhasil menggulingkan Sultan Abdulhamid II dari tahta dan mengasingkan beliau ke Selanik.

Tercapailah keinginan Zionis-Yahudi untuk menyingkirkan Palang pintu terakhir sebelum menuju ke Qudus. Setelah perang dunia I,Sebagai pihak yang kalah, Usmani harus rela mengakhiri sejarah kerejaannya dan merelakan tanah kekuasaan mereka dibagi-bagi menjadi negara kecil oleh barat. Dan palestina menjadi daerah mandat yang diserahkan PPB kepada İnggris.Dan mulailah migrasi besar besar Bangsa Yahudi ke Tanah yang dijanjikan,Palestina.

Telah wafatlah seorang halifah islam yang gagah berani melindungi harkat dan martabat umat islam. Walaupun dalam keadaan negara yang carut marut. Sultan Abdulhamid II meningggal pada tangga 10 Pebruari 1918 pada usia 75 tahun. Semoga Allah merahmati 
Unknown Alam Islami
Friday, 17 May 2013

Jumlah Penduduk Palestina Bertambah 8,5 Kali Lipat Sejak Nakbah


Data statistik resmi Palestina menunjukkan bahwa jumlah Palestina pada tahun 1948 telah mencapai 1,37 juta, sementara jumlah warga Palestina di dunia akhir tahun 2012 sekitar 11,6 juta orang. Ini berarti bahwa jumlah warga Palestina di dunia bertambah 8,5 kali lipat sejak Nakbah tahun 1948.
Ola Awad, kepala Badan Statistik Palestina, dalam sebuah pernyataan hari Selaa (14/5), mengatakan bahwa setelah 65 tahun Nakbah Palestina bertambah delapan kali lipat lebih, dengan memaparkan kondisi rakyat Palestina melalui angka dan fakta statistik menjelang ulang tahun ke-65 Nakbah Palestina, yang jatuh pada tanggal lima belas bulan Mei. Dia menyatakan bahwa peringatan pengusiran rakyat Palestina dari tanah dan tanah air mereka adalah dalam proses pembersihan etnis secara terorganisir dan didalangi oleh geng bersenjata Zionis.

Data dan bukti sejarah menegaskan bahwa proses pengusiran paksa warga Palestina dari tanah air mereka sudah direncanakan sejak lama, yang berpuncak pada deklarasi pembentukan Negara "Israel" pada tahun 1948 di atas reruntuhan rakyat Palestina, setelah pembunuhan dan pembantaian terhadap warga sipil Palestina.

Mengenai jumlah warga Palestina yang saat ini tinggal di wilayah historis Palestina, data-data menunjukkan bahwa pada akhir 2012 jumlahnya sudah mencapai sekitar 5,8 juta orang, diperkirakan pada akhir 2020 jumlahnya sekitar 7,2 juta, jika tingkat pertumbuhan tetap seperti saat ini.

Berdasarkan data statistik, persentase pengungsi Palestina di Palestina sebesar 44,2% dari total populasi warga Palestina yang berada di Palestina akhir tahun 2012. Jumlah pengungsi Palestina yang terdaftar di UNRWA pertengahan 2013, sekitar 5,3 juta pengungsi, atau sekitar 45,7% dari total penduduk Palestina di dunia. Mereka itu tersebar di beberapa negara, 59% di Yordania, Suriah, Lebanon, dan 17,0% di Tepi Barat serta 24,0% di Jalur Gaza. Sekitar 29,0% pengungsi Palestina tinggal di 58 kamp pengungsi, 10 kamp pengungsi di Yordania, 9 kamp pengungsi di Suriah, 12 kamp  pengungsi di Lebanon, 19 kamp pengungsi di Tepi Barat dan 8 kamp pengungsi di Jalur Gaza.


Ini merupakan perkiraan minimum dari jumlah pengungsi Palestina yang terdaftar sebagai pengungsi, belum termasuk pengungsi yang tidak terdaftar. Karena jumlah ini tidak mencakup mereka yang diusir setelah tahun 1949 sampai menjelang perang Juni 1967, seperti yang didefinisikan oleh Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Palestina "UNRWA”. Jumlah  terebut juga tidak termasuk orang-orang Palestina yang meninggalkan atau dideportasi pada tahun 1967 setelah perang, yang aslinya mereka itu bukan pengungsi.

Diperkirakan jumlah warga Palestina yang tidak meninggalkan rumah mereka pada tahun 1948 sekitar 154.000 orang, diperkirakan jumlah mereka saat peringatan Nakbah yang ke-65 tahun sekitar 1,4 juta orang pada akhir tahun 2012, dengan populasi berdasarkan jenis kelamin  sekitar 102 laki-laki per seratus perempuan. Menurut data yang ada tentang orang-orang Palestina yang tinggal di wilayah Palestina terjajah tahun 1948, pada tahun 2011 persentase mereka yang berusia kurang dari 15 tahun adalah sekitar 36,5% dari total penduduk Palestina, sementara itu hanya 4,1% dari mereka yang berusia 65 tahun ke atas. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Palestina adalah masyarakat yang didominasi kaum muda yang akan memperpanjang pertumbuhan alami bagi masyarakat Palestina pada umumnya.

Diperkirakan populasi penduduk di Palestina sekitar 4,4 juta jiwa pada akhir tahun 2012. Sebanyak 2,7 juta di Tepi Barat dan 1,7 juta di Jalur Gaza. Di sisi lain jumlah penduduk di provinsi al Quds sekitar 400 ribu orang pada akhir tahun 2012, sekitar 62,1% dari mereka tinggal di bagian provinsi tersebut, yang dianeksasi oleh otoritas pendudukan Zionis setelah pendudukan Tepi Barat pada tahun 1967.

Tingkat kesuburan di Palestina dinilai tinggi bila dibandingkan dengan tingkat kesuburan yang ada saat ini di negara-negara lain. Tingkat fertilitas total untuk periode (2008-2009) di Palestina adalah 4.4 kelahiran, 4,0 kelahiran di Tepi Barat dan 5.2 kelahiran di Jalur Gaza.
Unknown Alam Islami
Monday, 29 April 2013

Kemunculan Malaikat di Masjid Nabawi Saat Shalat Jum'at


Selain manusia, masjid juga di kunjungi atau di diami oleh sosok gaib seperti Malaikat dan jin muslim.
Baru-baru ini di Masjid Nabawi, Madinah terekam dalam bentuk video aktifitas sosok gaib tersebut.
Sosok misterius itu bercahaya putih berada di tengah-tengah uMmat yang sedang serius mendengarkan khutbah Syaikh dr. Abdul Muhsin al-Qasim.
Saat itu bertepatan dengan shalat Jum'at 23 Muharram 1433 Hijriyah.
Video ini di unggah ke youtube dan spontan menggemparkan dunia,
karena sosok itu tampak jelas terekam dalam video. Berbagai pihak mencoba menganalisisa sosok bercahaya itu.
Ada yang menyebutkan itu sebagai efek cahaya dari sinar matahari,tapi teori itu terbantahkan karena atap masjid Nabawi terbuat dari marmer.Tak seorang pun menyadari sosok itu berada di tengah-tengah uMmat.
Bahkan pengurus masjid ketika menyaksikan video itu tak bisa mengidentifikasi siapa sosok misterius tersebut.
Sebagian besar orang meyakini sosok gaib itu kemungkinan adalah Malaikat yang memang selalu hadir di dalam Masjid Nabawi.
Unknown Alam Islami
Thursday, 25 April 2013

Hadiahi Al Qur'an Berbahasa Portugal, Mobily Ingin Ronaldo Masuk Islam?


Usai membintangi iklan produk seluler Arab Saudi Mobily, Cristiano Ronaldo mendapatkan hadiah mushaf Al Qur'an, disamping bayaran tinggi sebesar enam juta dolar AS (sekitar 58 miliar rupiah).

Harian Al Riyadh melansir, Al Qur'an buat Ronaldo telah disertai dengan terjemah bahasa Portugal. Agaknya, hadiah itu dimaksudkan agar Ronaldo bisa mempelajari Islam lebih dalam langsung melalui kitab suci tersebut. Soal hidayah, hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kuasa memberikan kepada siapa yang dikehendakinya.

Seperti dilansir Republika, kehadiran kapten Timnas Portugal itu ke Arab Saudi terkait kerja sama untuk menjadi duta produk Mobily. Pemain termahal di dunia itu membintangi sejumlah iklan selama tiga bulan dengan pengambilan lokasi syuting di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Selain mendapatkan bayaran tinggi senilai enam juta dolar AS (sekitar 58 miliar rupiah), pemain bola berjulu CR7 itu juga mendapatkan hadiah mushaf Al Qur'an.

Muncul spekulasi, Mobily memilih Ronaldo lantaran sikapnya yang dikenal dermawan dan beberapa kali mendonasikan sejumlah pendapatannya untuk perjuangan Palestina.

Ronaldo memang dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Palestina. Ronaldo pernah menyumbangkan sepatu emasnya senilai 18,4 milyar rupiah untuk anak-anak Gaza.

Pemain Real Madrid bernomor punggung 7 itu juga dikenal dekat dengan Islam dan menyukainya. Berteman dengan Mesut Ozil, pemain kelahiran 5 Februari 1985 itu selalu mengingatkan Ozil untuk membaca bismillah. Bahkan, Ronaldo sendiri dikabarkan sudah hafal surat Al Fatihah. [IK/Rpb/bsb]
Unknown Alam Islami
Wednesday, 24 April 2013

Hadiahi Al Qur'an Berbahasa Portugal, Mobily Ingin Ronaldo Masuk Islam?


Usai membintangi iklan produk seluler Arab Saudi Mobily, Cristiano Ronaldo mendapatkan hadiah mushaf Al Qur'an, disamping bayaran tinggi sebesar enam juta dolar AS (sekitar 58 miliar rupiah).

Harian Al Riyadh melansir, Al Qur'an buat Ronaldo telah disertai dengan terjemah bahasa Portugal. Agaknya, hadiah itu dimaksudkan agar Ronaldo bisa mempelajari Islam lebih dalam langsung melalui kitab suci tersebut. Soal hidayah, hanya Allah Subhanahu wa Ta'ala yang kuasa memberikan kepada siapa yang dikehendakinya.

Seperti dilansir Republika, kehadiran kapten Timnas Portugal itu ke Arab Saudi terkait kerja sama untuk menjadi duta produk Mobily. Pemain termahal di dunia itu membintangi sejumlah iklan selama tiga bulan dengan pengambilan lokasi syuting di ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Selain mendapatkan bayaran tinggi senilai enam juta dolar AS (sekitar 58 miliar rupiah), pemain bola berjulu CR7 itu juga mendapatkan hadiah mushaf Al Qur'an.

Muncul spekulasi, Mobily memilih Ronaldo lantaran sikapnya yang dikenal dermawan dan beberapa kali mendonasikan sejumlah pendapatannya untuk perjuangan Palestina.

Ronaldo memang dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap Palestina. Ronaldo pernah menyumbangkan sepatu emasnya senilai 18,4 milyar rupiah untuk anak-anak Gaza.

Pemain Real Madrid bernomor punggung 7 itu juga dikenal dekat dengan Islam dan menyukainya. Berteman dengan Mesut Ozil, pemain kelahiran 5 Februari 1985 itu selalu mengingatkan Ozil untuk membaca bismillah. Bahkan, Ronaldo sendiri dikabarkan sudah hafal surat Al Fatihah. [IK/Rpb/bsb]
Unknown Alam Islami