buku
Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts
Showing posts with label Cerita Lucu. Show all posts
Friday, 1 March 2013

Inilah Alasan Amerika Tidak Berani Menyerang Indonesia


PENTAGON membayangkan jika AS terpaksa harus menyerang Indonesia, berapa kerugian yang harus di pikul pihak AS dan berapa keuntungan pihak Indonesia dari kehadiran tentara AS di Indonesia.

Inilah Alasan Amerika Tidak Berani Menyerang Indonesia
Begitu memasuki perairan dataran indonesia, mereka akan di hadang pihak Bea & Cukai karena membawa masuk senjata api dan senjata tajam serta peralatan perang tanpa surat izin dari pemerintah RI, ini berarti mereka harus menyediakan “Uang Damai”. Hitung berapa besarnya uang damai jika bawaannya sedemikian banyak ?

Kemudian apabila mereka mendirikan Base Camp militer, bisa ditebak, di sekitar Base Camp pasti akan dikelilingi oleh para penjual Bakso, es kelapa, A-qua, lapak VCD bajakan, sampai obral Cel-Dam (oopps…. J) Rp. 10.000/ 3 Pcs, belum lagi para pengusaha komedi puter yang bakal ikut mangkal di sekitar Base Camp juga.

Kemudian kendaraan-kendaraan tempur serta tank-tank lapis baja yang di parkir dekat Base Camp akan dikenakan retribusi parkir oleh petugas dari dinas perpakiran daerah. Jika dua jam pertama perkendaraan dikenakan Rp.10.000,- (maklum tarif orang bule…coy), berapa yang harus di bayar AS kalau kendaraan & tank harus parkir selama sebulan

Sepanjang jalan ke lokasi Base Camp, pasukan AS harus menghadapi para “Mr.Cepek” yang berlagak memperbaiki jalan sambil memungut biaya bagi kendaraan yang melewati jalan tersebut. Dan jika kendaran tempur dan tank harus membelok atau melewati pertigaan mereka harus menyiapkan Recehan untuk para “Mr. Cepek” tersebut

Suatu kerepotan besar bagi rombongan pasukan jika harus berkonvoi, karena konvoi yang berjalan lambat pasti akan dihampiri para pengamen, pengemis dan anak-anak jalanan. Ini berarti harus mengeluarkan recehan lagi. Belum lagi jika di jalan bertemu polisi yang sedang bokek, udah pasti kena semprit karena konvoi tanpa izin. Bayangkan berapa uang damai yang harus dikeluarkan ?

Di Base Camp militer, tentara AS sudah pasti nggak bisa tidur, karena nyamuknya gede-gede kayak Vampire. Malam hari di hutan yang sepi mereka akan di kunjungi para wanita yang tertawa dan menangis. Harusnya mereka senang karena bisa berkencan dengan wanita ini tapi kesenangan tersebut akan sirna begitu melihat para wanita ini punya bolong besar di punggungnya alias “Sundel Bolong”

Pagi harinya mereka tidak bisa mandi karena di sungai banyak dilalui “Rudal Kuning” yang di tembakkan penduduk setempat dari “Flying Helicopter” alias WC terapung di atas sungai

Pasukan AS juga tidak bisa jauh jauh dari pelaratan perangnya, karena di sekitar Base Camp sudah mengintai pedagang besi loakan yang siap mempereteli peralatan perang canggih yang mereka bawa, lengah sedikit saja tank canggih mereka bakal siap di-KILO-in

Belum lagi para curanmor yang siap beraksi dengan kunci T-nya siap merebut jip-jip perang mereka yang kalau di dempul dan cat ulang bisa dijual mahal ke anak-anak orang kaya yang pengen gaya-gayaan, yang lebih menyedihkan lagi badan pasukan AS akan jamuran karena tidak bisa berganti pakaian. Kalau berani nekat menjemur pakaiannya dan lengah sedikit saja, pakaian mereka sudah mejeng di pasar Jatinegara di lapak-lapak pakaian bekas

Peralatan telekomunikasi mereka juga harus dijaga ketat, karena para bandit kapak merah sudah mengincar peralatan canggih itu. Dan mereka juga harus membayar sewa tanah yang digunakan untuk Base Camp kepada Haji Husin, Bang Ro’ib, dan Engkong Jai’ para pemilik tanah. Di samping itu mereka juga harus minta izin kepada RT/RW dan kelurahan setempat, artinya berapa meja yang harus dilalui dan berapa banyak dana yang harus disiapkan untuk meng-amplopi pejabat-pejabat ini.

Para komandan di pasukan AS ini juga akan kena tugas tambahan mengawasi para prajuritnya yang banyak menyelinap keluar Base Camp buat nonton dangdut di RW-06, katanya ada “Inul Daratista” di sana

Maka, setelah menimbang cost and benefit akhinya Pentagon memutuskan TIDAK AKAN MENYERANG INDONESIA!!!
Friday, 15 February 2013

Ternyata Bahasa Malaysia Lucu Juga


Terjemahan Bahasa Indonesia & Malaysia,
* INDONESIA : Kementerian Hukum dan HAM
* MALAYSIA : Kementerian Tuduh Menuduh (Menteri kurang ajar ini suka main Tuduh Menuduh)

* INDONESIA : Kementerian Agama
* MALAYSIA : Kementerian Tak Berdosa (yakin nih tak berdosa ?)

* INDONESIA : Angkatan Darat
* MALAYSIA : Laskar Hentak-Hentak Bumi (aduuh capek banget kayak gak ada kerjaan lain)

* INDONESIA : Angkatan Udara
* MALAYSIA : Laskar Angin-Angin (merasa kepanasan)

* INDONESIA : Pasukaaan bubar jalan !!!
* MALAYSIA : Pasukaaan cerai berai !!!(Oh my goshhhh)

* INDONESIA : Merayap
* MALAYSIA : Bersetubuh dengan bumi ( Jangan gila dong..itu istrinya Pak Mi)

* INDONESIA : rumah sakit bersalin
* MALAYSIA : hospital korban lelaki ( bener juga sih.) Haha.

* INDONESIA : telepon selular
* MALAYSIA : talipon bimbit

* INDONESIA : Pasukan terjun payung
* MALAYSIA : Aska begayut (bergayut di lengan yg kokohhhhhhhh ..kaleee)

* INDONESIA : belok kiri, belok kanan
* MALAYSIA : pusing kiri, pusing kanan ( Migrant..kaleee )

* INDONESIA : Departemen Pertanian
* MALAYSIA : Departemen Cucuk Tanam ( yuu marie.)

* INDONESIA : 6.30 = jam setengah tujuh
* MALAYSIA : 6.30 = jam enam setengah

* INDONESIA : gratis bicara 30menit
* MALAYSIA : percuma berbual 30minit (suka berbohong?)

* INDONESIA : tidak bisa
* MALAYSIA : tak boleh

* INDONESIA : WC
* MALAYSIA : tandas

* INDONESIA : Satpam/sekuriti
* MALAYSIA : Penunggu Maling (keekkekekemaling doank yang ditungguin)

* INDONESIA : Aduk
* MALAYSIA : Kacau (ribet yaaah)

* INDONESIA : Di aduk hingga merata
* MALAYSIA : kacaukan tuk datar (jangan dikacaukan tuk tegak wakakaka)

* INDONESIA : 7 putaran
* MALAYSIA : 7 pusingan

* INDONESIA : Imut-imut
* MALAYSIA : Comel benar (baah..!)

* INDONESIA : pejabat negara
* MALAYSIA : kaki tangan Negara

* INDONESIA :bertengkar
* MALAYSIA : bertumbuk

* INDONESIA : pemerkosaan
* MALAYSIA : perogolan

* INDONESIA : Pencopet
* MALAYSIA : Penyeluk Saku (kalo ngambilnya dari tasapa dwonkkk? penyeluk tas?)

* INDONESIA : joystick
* MALAYSIA : batang senang (dildo ?)

* INDONESIA : Tidur siang
* MALAYSIA : Petang telentang (gak boleh tengkurap?)

* INDONESIA : Air Hangat
* MALAYSIA : Air Suam

* INDONESIA : Terasi
* MALAYSIA : Belacan (hmsama dengan bahasa melayu )

* INDONESIA : Pengacara
* MALAYSIA : Peguam

* INDONESIA : Sepatu
* MALAYSIA : Kasut (temennya kasur )

* INDONESIA : Ban
* MALAYSIA : Tayar (Tonjok.kalo bahasa Jatim)

* INDONESIA : remote
* MALAYSIA : kawalan jauh (maksudnya bodyguard jarak jauh ?)

* INDONESIA : kulkas
* MALAYSIA : peti sejuk (weleh)

* INDONESIA : chatting
* MALAYSIA : bilik berbual (wwkkwkwk..bener jugatempat para pembual)

* INDONESIA : rusak
* MALAYSIA : tak sihat

* INDONESIA : keliling kota
* MALAYSIA : pusing pusing ke bandar (kalau sering main ke Bandar togel..abis terus duitnya)

* INDONESIA : Tank
* MALAYSIA : Kereta kebal (suntik kale..)

* INDONESIA : Kedatangan
* MALAYSIA : ketibaan

* INDONESIA : bersenang-senang
* MALAYSIA : berseronok (Kena UU pornografi lhooo)

* INDONESIA : bioskop
* MALAYSIA : panggung wayang (hahahahah .)

* INDONESIA : rumah sakit jiwa
* MALAYSIA : gubuk gila (Gubug Derita kaleee)

* INDONESIA : dokter ahli jiwa
* MALAYSIA : Dokter gila (jadi sebenernya yang gila sapa.hehehe. ..)

* INDONESIA : narkoba
* MALAYSIA : dadah (?????.byeeeeee, bubyeee, papaiii)

* INDONESIA : pintu darurat
* MALAYSIA : Pintu kecemasan (Pintu Gelisah .)

* INDONESIA : hantu pocongkkkkkkk
* MALAYSIA : hantu Bungkus ( pesen 1, bang pakai karet merah)

* INDONESIA : Kipas Angin
* MALAYSIA : Mesin Tiup (hehe.)
Unknown Cerita Lucu
Saturday, 9 February 2013

Bahasa ‘Alay’: Diresahkan atau Dirayakan?


SEORANG teman mengeluh soal bagaimana “anak sekarang” berkomunikasi. Mereka kerap menggunakan kata, frasa atau terminologi yang asing bagi orang yang terbiasa membaca atau menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Hal yang lebih parah, dalam ragam bahasa tulis, anak-anak “baru gede” itu hampir selalu menggunakan campuran huruf dengan angka, lalu mencampuradukkan huruf kapital dengan huruf kecil dalam satu kata, seperti “aP4 k4Bar? bA1k2 s4ja kH4n?”



Saya, sebagai seorang editor, yang sehari-hari berkutat dengan urusan bahasa, awalnya juga merasa geram. Kegeraman saya sempat berlanjut menjadi kekhawatiran, apakah bahasa Indonesia yang baik dan benar akan punah seandainya tidak ada orang atau pihak yang mengingatkan anak-anak ini?

Akan tetapi, setelah berpikir secara jernih, saya bisa mengerem keresahan itu. Utamanya jika kita coba menengok sedikit ke belakang, melihat definisi hakiki bahasa serta perjalanan sejarahnya (setidaknya di Indonesia).

Bahasa adalah alat komunikasi yang bersifat arbitrer (manasuka). Ada dua kata kunci dari definisi tersebut: alat komunikasi dan arbitrer. Sebagai alat komunikasi, prinsip utama bahasa adalah bisa dipahami oleh kedua belah pihak yang berkomunikasi (komunikan). Artinya, bagaimanapun caranya, selama pihak-pihak yang berkomunikasi dapat memahami pesan masing-masing, alat komunikasi tersebut telah menjalani tugasnya dengan baik. Inilah yang akhirnya membuat bahasa memiliki sifat arbitrer.

Komunikan sebetulnya bebas untuk memutuskan bahasa apa yang mereka gunakan dan terminologi apa yang mereka sepakati dalam berkomunikasi. Itulah sebabnya kita sering mendengar istilah-istilah yang “asing” bagi kebanyakan orang tetapi begitu familiar bagi anggota komunitas atau profesi tertentu seperti di kepolisian, pengacara, atau wartawan.

Ini tentu berbeda jenisnya dengan istilah ilmiah yang terkait dengan suatu entitas, tetapi lebih merupakan kesepakatan untuk menggunakan istilah yang mewakili makna tertentu dengan tujuan-tujuan tertentu.

Kesepakatan yang serupa itulah yang sebenarnya sedang dipraktikkan oleh generasi yang kemudian dikenal dengan generasi alay. Bahasa yang mereka gunakan pun akhirnya teridentifikasi sebagai bahasa alay. Masalahkah ini?

Mari lihat sejarah. Di zaman revolusi, bahasa dan kata sering digunakan sebagai alat propaganda untuk memengaruhi orang lain. Kata-kata yang digunakan pada masa-masa itu biasanya tegas dan bernuansa keras, seperti “ganyang”, “tumpas”, “setan (atau hantu) politik”, “antek-antek”, dan seterusnya. Tujuannya adalah untuk membangkitkan emosi massa untuk kemudian tergerak untuk melakukan sesuatu, sesuai dengan yang diinginkan si pemberi pesan (propagandis).

Bergerak ke periode setelah kemerdekaan, bersamaan dengan bermekarannya “generasi bunga” di dunia sekitar tahun 70-80-an, yang melahirkan subkultur hippies dan punk di Amerika dan Eropa, bahasa Indonesia juga kemudian ikut terpengaruh dengan munculnya “bahasa prokem”, yang dianggap sebagai bahasanya anak muda (saat itu). Lema “elu”, “gue”, “sih”, “dong”, pun muncul sampai akhirnya diakui sebagai bahasa yang baku dengan dimasukkannya kata-kata tersebut ke dalam berbagai kamus, termasuk akhirnya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Orang-orang tua waktu itu konon kerap mengomel: “Janganlah gunakan bahasa ‘sidong-sidong.’” Maksudnya “sih-dong”, “sih-dong”.

Pada periode 90-an, dunia kebahasaan nasional sempat dibuat gerah dengan munculnya kamus “bahasa gaul” yang waktu itu dipelopori oleh Debby Sahertian dan kawan-kawan dari Lenong Rumpi, sebuah acara komedi situasi yang disiarkan RCTI. Debby secara kreatif membuat padanan baru untuk kata-kata yang sudah dikenal, seperti “sutra” yang menggantikan “sudah”, “bolelebo” yang berarti “boleh”, “mawar” sebagai padanan “mau”, dan seterusnya.

Kemudian, seiring perkembangan teknologi, terminologi-terminologi produk teknologi menjadi begitu familiar bagi masyarakat. Di Amerika, Google dan Googling yang pertama kali diketahui penggunaannya dalam bahasa percakapan pada 2001 pun akhirnya dimasukkan sebagai lema di kamus Webster. “To tweet” juga sudah masuk dalam kamus Webster yang mengacu pada penggunaan media sosial Twitter untuk menyampaikan pesan.

Bahasa alay juga sedikit-banyak terkait dengan penggunaan teknologi, utamanya pesan singkat (SMS). Telepon genggam, yang sejatinya digunakan untuk menelepon, saat itu mulai berfungsi ganda sebagai alat ketik untuk menyampaikan pesan. Interaksi anak-anak muda ini dengan tombol ketiklah yang kemudian melahirkan “kreasi” berupa bahasa alay. Saya duga, penggunaan campuran huruf-angka awalnya karena kesalahan saat mengetik. Akan tetapi, ketimbang pusing dengan urusan itu mereka memilih untuk berkreasi dengan itu. jAd1lah TuLis4n semaCAm iNI.

Berkaca pada periode-periode tersebut di atas (walau saya belum secara komprehensif membuat pembabakannya), menurut hemat saya bahasa alay bukanlah gejala yang perlu dikhawatirkan. Toh ia pun hanya digunakan di kalangan terbatas, dan hanya dalam ragam bahasa santai dan akrab.

Bahasa alay hanyalah bagian dari dinamika berbahasa di Tanah Air, yang normal-normal saja. Malah, jangan-jangan ia bisa menambah kaya khazanah kebahasaan kita, seperti yang pernah terjadi pada masa-masa sebelumnya.

Jadi, teT4p cemungudh! ;)

Catatan: saya belum tahu bagaimana kata “alay” muncul, dan apa maknanya sebenarnya.
Unknown Cerita Lucu
Saturday, 2 February 2013

TERNYATA POSISI TIDUR TELENTANG ITU SANGAT BERBAHAYA TERNYATA POSISI TIDUR TELENTANG ITU SANGAT BERBAHAYA


Menurut penelitian yang di lakukan oleh para
Profesor ahli dari Jepang, selama hampir 20
tahun akhirnya mereka mengumumkan
keputusan yang sangat mengejutkan kita
semua tentang cara kita tidur selama ini.

Ternyata tidur telentang sangat tidak di
anjurkan sama sekali oleh para peneliti dari
Jepang. Dan berikut kutipan dari Prof. Dr.
UZUMAKI NARUTO yang diterjemahkan secara
bebas :

"Kalau tidur jangan sekali kali dengan posisi
TELENTANG!!. .. Karena tidur TELENTANG itu
bisa mengganggu kesehatan anda. Beberapa
survei telah dilakukan dan menghasilkan
bukti yang akurat."

Orang2 yang tidur dengan posisi TELENTANG,
dipastikan akan mengalami gejala2 sebagai
berikut:

1. Susah bernafas
2. Tersedak
3. Kerongkongan tersumbat
4. Yang paling fatal dapat menyebabkan kematian

Oleh karena itu, kami menyarankan agar anda
menghindari tidur dengan posisi TELENTANG.

Sebab, jangankan tidur TELEN TANG, TELEN
BAUT saja anda pasti susahnya setengah mati
setengah hidup.

Jadi, demi kebaikan bersama, maka kami
menyarankan kalau tidur jangan TELEN apa-
apa.
Unknown Cerita Lucu
Thursday, 31 January 2013

MAKAN SAJA DULU ITU SEMUA

 
Setelah melewati 3 bukit dan ngarai, sang petani tiba di rumah kyai.
Kyai menanyakan maksud kedatangannya.
Petani (P) : Saya ingin bertanya, apakah kepiting sawah itu halal
atau haram ?
Kyai (K) Sebelum menjawab pertanyaan kamu saya ingin dulu
bertanya, apakah kamu punya sawah ?
P: Punya , Kyai
K: Apakah di sawah yang kamu sedang tanami itu kamu bisa
memancing belut?
P: Iya, kyai, bisa
K: Apakah kamu punya empang ?
P: Punya, Kyai
K: Apakah di empangmu dipelihara aneka ragam ikan, sperti mujair,

tawes, mas, nila, gurame ?
P : Iya , Kyai
K: Apakah kamu juga beternak ayam atau bebek seperti petani di sini?
P Iya, Kyai
K: Nah , kalau begitu, makan dulu saja itu semua, janganlah dulu
kamu persoalkan kepiting sawah, ayam, itik, ikan itupun mungkin
tak habis kamu makan, jangan kau susahkan hidupmu dengan
persoalan kepiting sawah.
Unknown Cerita Lucu