buku
Image and video hosting by TinyPic
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Sunday, 16 June 2013

Sejarah Patung Liberty

Patung Liberty, kebanggaan dan simbol Kota New York, ternyata bukan dibuat di New York. Patung tersebut, yang ternyata di desain oleh pemahat Prancis, Frederic-Auguste Bartholdi pertama kali dibangun dan disusun di Prancis pada tahun 1874. Patung Dewi Kemerdekaan tersebut dipersembahkan oleh rakyat Prancis kepada rakyat Amerika, sebagai hadiah ulang tahun kemerdekaan Amerika yang ke-100.

Setelah selesai dibuat di Prancis, patung tersebut dibongkar, dan dikemas dalam 200 muatan besar untuk dikirim ke Amerika. Patung Liberty selanjutnya disusun kembali di Bedloe’s Island di mulut pelabuhan Kota New York. Sedemikian lama proses pengepakan ini, hingga patung Liberty baru bisa diresmikan pada tanggal 28 Oktober 1886, sepuluh tahun setelah HUT kemerdekaan Amerika yang ke-100. Dengan tinggi 46 meter dan berat 204 ton, Patung Liberty berdiri diatas landasansetinggi 46 meter. Bagian dalamnya diisi oleh rangka baja, sementara bagianluarnya dibuat dari plat tembaga. Rangka baja patung Liberty, dibuat dan dirancang oleh Gustave Eiffel, orang yang juga merancang dan membangun Menara Eiffel.


Sumber: http://id.shvoong.com
Unknown Sejarah
Tuesday, 4 June 2013

7 Desain Pesawat Paling Unik di Dunia

nilah bukti manusia sempat membuat piring terbang, setidaknya hampir berhasil. Ya, proyek The Avrocar dikembangkan di tahun 1950-an oleh Kanada. Tujuannya untuk membantu Amerika Serikat yang memasuki fase Perang Dingin dengan Uni Soviet.

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

Perancang Avrocar adalah Jack Frost, yang melakukan uji terbang dari bulan November 1959 hingga akhirnya dipensiunkan di tahun 1961.  


The Pregnant Guppy
 

Dikembangkan oleh Aero Spacelines sebagai pesawat kargo yang bertujuan untuk membawa komponen pesawat Apollo ke bulan. Bentuk pesawat kargo yang mirip ikan guppy sedang hamil ini menjadikannya terlihat konyol.

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

The Pregnant Guppy sebenarnya gabungan dari bagian-bagian pesawat lain, seperti Pan Am tua dan Boeing 377. Sempat beroperasi dari tahun 1963 hingga 1979. 


AD-1

AD-1, atau Ames-Dryden-1, dikembangkan oleh program pengembangan pesawat NASA pada tahun 1979. Yang menjadikan pesawat ini aneh karena sayapnya terpasang miring.

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

Sayap ini sebenarnya bisa bergeser dari 0 derajat ke 60 derajat saat terbang sehingga terlihat miring. Fungsinya untuk menambah kecepatan pesawat. Sempat diuji coba sebanyak 79 kali, namun tak ada penjelasan selanjutnya mengapa pesawat ini kemudian tidak dipakai kembali. 


The Flying Pancake
 

The Vought V-173, juga dikenal sebagai Flying Pancake, adalah pesawat uji eksperimental dibangun selama Perang Dunia II. Sempat melakukan uji terbang sejak November 1942 hingga dipensiunkan lima tahun kemudian.

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

Bentuk sayapnya yang aneh - sehinggga dijuluki pancake - memungkinkan pesawat jenis ini bisa lepas landas dan mendarat tanpa perlu landasan yang panjang. 


The Northtrop Tacit Blue
 

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com 

Inilah rancangan bentuk pesawat pertama dengan sudut-sudut persegi alias tidak aerodinamis. Dikembangkan di awal 1980-an dan mulai terbang di tahun 1982. Hanya beroperasi selama 250 jam terbang sebelum akhirnya pensiun tahun 1985. 


The Kalinin K-7
 

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

K-7 merupakan proyek Uni Soviet di tahun 1930-an. Perancangnya Kalinin, karena itulah pesawat ini dinamakan sesuai dirinya. Kisah pesawat ini sungguh na'as. Satu-satunya pesawat yang dibuat ternyata tidak memungkinkan untuk penerbangan yang halus, bahkan pada uji terbang terakhir menewaskan 14 orang di dalamnya termasuk satu pengujui di landasan. Hasilnya, Kalinin dihukum mati dan dinyatakan oleh Stalin sebagai musuh negara. 


The Spruce Goose 
 

The Spruce Goose bisa dibilang pesawat paling terkenal dalam sejarah, dirancang oleh Howard Hughes. Nama pesawat ini sebenarnya Hughes H-4 Hercules.

Desain Pesawat Paling Unik - infolabel.blogspot.com

Pesawat ini berbahan kayu karena pembatasan selama masa perang, dirancang sebagai pesawat angkut berat untuk membawa personil dan logistik perang ke Inggris selama Perang Dunia II. Toh, rencana itu tidak terjadi karena The Spruce Goose baru diterbangkan satu kali di tahun 1947. Artinya, sudah melewati masa perang.
Thursday, 30 May 2013

BASYAR ASSAD KETURUNAN PENCONGKEL HAJAR ASWAD DARI KA’BAH!!

SYEKH ADNAN AR-UR menegaskan bahwa yang mencongkel dan mencuri hajar aswad dari ka’bah selama 22 tahun ka’bah tanpa hajar aswad adalah nenek moyang keluarga al-asad yaitu qaramithah yang telah berbuat rusak di tanah suci masjidil haram.

Apakah anda tahu siapa qaramithah? Jika anda tahu pendahulu basyar assad maka anda akan paham basyar assad yang haus darah itu. Berikut ini adalah sejarah kejahatan kakek kakek basyar assad yang berhasil diarekam oleh Imam Ibnu Katsir al-Syafi’I, yang patut kita baca dan renungkan kembali
Pengkhianatan Daulah Qaramithah

Daulah Qaramithah beridiologi Syi’ah Isma’iliyyah sebuah ideologi sesat yang meyakini imamah (kepemimpinan) Ismail bin Ja’far as-Shadiq.

Setelah wafatnya Ja’far bin Muhammad ash-Shâdiq, kaum Syiah terpecah menjadi dua kelompok. Satu kelompok menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya, yaitu Mûsâ al-Kâzhim, mereka inilah yang kemudian disebut Syiah Itsnâ ‘Asyariyah (aliran Syiah yang meyakini adanya imam yang berjumlah dua belas orang). Dan satu kelompok lagi menyerahkan kepemimpinan kepada anaknya yang lain, yaitu Ismâ’il bin Ja’far, kelompok ini kemudian dikenal sebagai Syiah Ismâ’iliyah. Kadang kala mereka dinisbatkan kepada madzhab bathiniyah dan kadang kala dikaitkan juga dengan Qarâmithah. Akan tetapi, mereka lebih senang disebut Ismâ’iliyah. Al-Milal wan Nihal (I/191-192)

Daulah Qaramithah dinisbahkan kepada Hamdân Qirmith, pemimpin mereka. Kemudian pengikut-pengikutnya dikenal dengan sebutan Qarâmithah. Daulah ini didirikan oleh Abu Said al-Jannabi tahun 278 H berpusat di Bahrain. Daulah ini berkuasa selama kurang lebih 188 tahun. Menguasai daerah Ahsa’, Hajar, Qathif, Bahrain, Oman, dan Syam.

Ketika mereka sudah memiliki kekuatan dan berhasil mendirikan daulah Bahrain, mereka melakukan perampasan, pembunuhan dan pemerkosaan, kekejaman yang mungkin tidak dilakukan oleh bangsa Tatar maupun kaum Nasrani sekalipun. Mereka inilah, yang telah bersekutu bersama kaum Nasrani dan Tatar (Mongol) untuk melawan Islam dan kaum Muslimin. Di antara tokoh mereka yang menimpakan fitnah besar terhadap kaum Muslimin adalah Abu Thâhir Sulaimân bin Hasan al-Janâbi.

Rentetan peristiwa

Tahun 294 H, Qaramithah dipimpin Zakrawaih menghadang kepulangan jamaah haji dan menyerang mereka pada bulan Muharram. Terjadilah peperangan besar kala itu. Di saat mendapat perlawanan sengit, Syi’ah Qaramithah menarik diri dengan nada bertanya, “Apakah ada wakil sultan di antara kalian?” Jamaah haji menjawab, “Tidak ada seorang pun (yang kalian cari) di tengah-tengah kami.” Qaramithah lalu berujar, “Maka kami tidak bermaksud menyerang kalian (salah sasaran).” Peperangan pun berhenti. Sesaat kemudian, ketika jamaah haji merasa aman dan melanjutkan perjalanannya, maka para pengikut Syi’ah kembali menyerang mereka. Banyak jamaah haji yang terbunuh disana. Adapun mereka yang melarikan diri, diumumkan akan diberi jaminan keamanan oleh Syi’ah. Ketika sisa jamaah haji tadi kembali, maka pasukan Syi’ah berkhianat dan membunuh mereka.

Peran kaum wanita Syi’ah pun tidak kalah sadisnya. Paska perang, kaum wanita Syi’ah mengelilingi tumpukan-tumpukan jenazah dengan membawa geriba air. Mereka menawarkan air tersebut di tengah-tengah korban perang. Apabila ada yang menyahut, maka langsung dibunuh. Jumlah jamaah haji yang terbunuh saat itu mencapai 20.000 jiwa, ditambah dengan harta yang dirampas mencapai dua juta dinar. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Tahun 312 H, Qaramithah dipimpin Abu Thahir, putra Abu Said, menyerang jamaah haji asal Baghdad ketika pulang dari Mekah pada bulan Muharram. Mereka membunuh dan merampas hewan-hewan bawaan jamaah haji tersebut. Adapun sisa jamaah haji, ditinggalkan begitu saja sehingga mayoritasnya mati kehausan di tengah teriknya matahari. [Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 38]

Tahun 315 H, Qaramithah berjumlah 1.500 tentara dipimpin oleh Abu Thahir maju menuju Kufah pada bulan Syawwal. Mereka dihadapi oleh pasukan Khalifah saat itu sebanyak 6.000 tentara. Walhasil, pasukan Syi’ah memenangkan peperangan dan berhasil membunuh mayoritas pasukan Kufah.


Tahun 317 H, Qaramithah sebanyak 700 tentara dipimpin Abu Thahir, yang berumur 22 tahun, mendatangi Mekah saat musim haji. Selanjutnya, mereka membunuh jamaah haji yang sedang menunaikan manasiknya. Sementara itu, Abu Thahir duduk di depan Ka’bah dan berseru, “Aku adalah Allah, demi Allah, aku menciptakan seluruh makhluk dan yang mematikan mereka.”
Abu Thahir segera memerintahkan pasukannya untuk mengambil pintu Ka’bah, dan menyobek-nyobek tirai Ka’bah. Salah seorang tentaranya memanjat Ka’bah untuk mengambil talangnya, namun tewas terjatuh. Ia juga memerintahkan salah satu tentaranya untuk mengambil Hajar Aswad.Tentara tersebut mencongkelnya dan dengan angkuhnya berseru, “Mana burung yang berbondong-bondong itu? Mana pula batu dari neraka Sijjil (yang menimpa pasukan Raja Abrahah yang hendak menghancurkan Ka’bah menjelang masa kelahiran Nabi)?” Setelah berlalu enam hari, mereka pulang membawa Hajar Aswad.

Gubernur Mekah dengan dikawal pasukannya segera menemui pasukan Syi’ah tersebut di tengah jalan. Berharap agar mereka mau mengembalikan Hajar Aswad dengan imbalan harta yang banyak. Namun Abu Thahir tidak menggubrisnya. Terjadilah peperangan setelah itu.
Pasukan Qaramithah menang dan membunuh mayoritas yang ada di sana. Lalu melanjutkan perjalanan pulang ke Bahrain dengan membawa harta rampasan milik jamaah haji. Setelahnya, dibuatlah maklumat menantang umat Islam bila ingin mengambil Hajar Aswad tersebut, bisa dengan tebusan uang yang sangat banyak atau dengan perang.

Hajar Aswad pun berada di tangan mereka selama 22 tahun. Mereka lalu mengembalikannya pada tahun 339 H, setelah ditebus dengan uang sebanyak 30.000 dinar oleh al-Muthi’ Lillah, seorang khalifah Daulah Abbasiyyah.

Tahun 317 H, mereka menyerang jamaah haji di Masjidil Harâm, dan membunuhi para jamaah yang berada dalam masjid lalu membuang mayat mayat ke sumur Zamzam. Mereka membunuh orang orang di jalan-jalan kota Mekah dan sekitarnya. Jumlah korbannya mencapai tiga puluh ribu jiwa. Bahkan ia merampas kelambu Ka’bah dan membagi-bagikannya kepada pasukannya. Ia menjarah rumah-rumah penduduk Mekah dan mencungkil Hajar Aswad dari tempatnya untuk ia bawa ke Hajar (ibukota daulah mereka di Bahrain). Târîkh Akhbâr Qarâmithah hlm. 54

Imam Ibnu Katsir rahimahullah merekam kekejaman yang dilakukan oleh Abu Thâhir al-Janâbi al-Bâthini ini dengan berkata, “Ia menjarah harta penduduk Mekah dan menghalalkan darah mereka. Ia membunuhi manusia di rumah-rumah mereka hingga yang berada di jalan-jalan. Bahkan menjagal banyak jamaah haji di Masjdil Haram dan di dalam Ka’bah. Lalu pemimpin mereka, yakni Abu Thâhir –semoga Allâh Azza wa Jalla melaknatnya- duduk di pintu Ka’bah, sementara orang-orang disembelihi di hadapannya dan pedang-pedang berkelebatan membantai orang-orang di Masjidil Haram pada bulan haram (suci) di hari Tarwiyah yang merupakan hari yang mulia. Sementara Abu Thâhir ini berseru, “ Aku adalah Allâh, Allâh adalah aku. Aku menciptakan makhluk dan akulah yang mematikan mereka.

Orang-orang pun berlarian menyelamatkan diri dari kekejaman Abu Thâhir ini. Di antara mereka bahkan ada yang bergantung pada kelambu Ka’bah. Namun itu tidak menyelamatkan jiwa mereka sedikit pun. Mereka tetap ditebas habis dalam keadaan seperti itu. Mereka dibunuhi meskipun mereka sedang bertawaf…”

Beliau melanjutkan, “Setelah pasukan Qarâmithah ini melakukan aksi brutal mereka itu –semoga Allâh melaknat mereka- dan perbuatan keji mereka terhadap para jamaah haji, Abu Thahir ini menyuruh pasukannya agar melemparkan mayat-mayat yang tewas ke sumur Zamzam. Dan sebagian lain dikubur di tempat-tempat mereka di tanah haram bahkan di dalam Masjidil Haram. Lalu kubah sumur Zamzam pun dirobohkan. Kemudian Abu Thâhir memerintahkan agar mencopot pintu Ka’bah, melepaskan kelambunya, untuk ia koyak-koyak dan bagikan kepada pasukannya.”  Al-Bidâyah wan Nihâyah (XI/160)

http://inilah-bukti-kesesatan-syiah.blogspot.com 
Saturday, 25 May 2013

Analisis, Benarkah Jepang Suku Yahudi yang Hilang?


Benarkah Jepang suku yahudi yang hilang ya? Entahlah, Jepang, negeri yang terletak relatif jauh dari Mesir, pusat dan asal dari Kabbalah (ajaran Yahudi) memiliki keterkaitan dan bahkan diyakini masih satu hubungan darah. Bukankah orang Jepang memiliki kepercayaannya sendiri yang diberi nama Shintoisme dan orang-orang Israel juga memiliki kepercayaannya sendiri yang dinamakan Agama Yahudi dengan kitab Talmudnya? 
Sebuah fakta menarik akan terkuak di sini, pertanyaan besar yang akan terjawab dari dua peneliti sejarah Jepang-Yahudi yakni Pendeta Arimasa Kubo dan Joseph Eidelberg. Kedua bangsa yang sepertinya beda, Jepang dan Yahudi, ternyata memiliki banyak kesamaan dalam tradisi kunonya.

Yang pertama bernama Arimasa Kubo. Dia merupakan orang Jepang asli yang dilahirkan di kota Itami di Hyogo tahun 1955 dan lulus dari Tokyo Bible Seminary pada tahun 1982. Di usia ke -22 tahun Arimasa Kubo telah mendapat kepercayaan untuk memimpin majalah penginjilan Remnant dan melakukan pelayanan di Gereja Tokyo selama enam tahun. Saat ini, Pendeta Arimasa Kubo memimpin Remnant Publishing dan pengajar tetap di Bible and Japan Forum.
Arimasa Kubo melakukan penelitian mendalam atas tradisi asli bangsa Jepang dan Yahudi. Dia menemukan banyak kemiripan antara keduanya hingga meyakini jika leluhur bangsa Jepang sebenarnya masih berdarah Yahudi dari suku yang hilang. Hasil penelitiannya ini dituangkan dalam banyak artikel dan buku. Salah satunya buku berjudul “Israelites Came o Ancient Japan”.


Sedangkan yang kedua, Joseph Eidelberg yang merupakan peneliti berdarah Yahudi yang menulis buku “The Biblical Hebrew Origin of the Japanese People”.
Di bawah ini Kami paparkan sebagian kecil kemiripan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan tradisi kuno bangsa Yahudi atau Bani Israel yang berasal dari buku Pendeta Arimasa Kubo tersebut. Salah satu kesamaan antara tradisi kuno bangsa Jepang dengan Yahudi terdapat dalam upacara tradisional. Ada sebuah festival atau upacara di Jepang yang mengilustrasikan kisah Ishaq.


Di prefektur Nagano, Jepang, terdapat sebuah kuil besar Shinto bernama “Suwa-Taisha”. Shinto sendiri merupakan agama tradisional asli Jepang yang menyembah Amaterasu, Dewa Matahari, sama seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah Dewa Ra, Dewa Matahari.
Setiap tanggal 15 April, di Suwa-Taisha diadakan festival tradisional bernama “Ontohsai”. Festival ini menggambarkan kisah Ishaq seperti yang terdapat dalam Bab 22 Kitab Kejadian (Genesis), yaitu kisah mengenai Ibrahim yang hendak mengorbankan putranya sendiri, Ishaq. Festival “Ontohsai” ini diselenggarakan sejak zaman dahulu kala dan dianggap sebagai festival terpenting di “Suwa-Taisha”.


Di sebelah kuil “Suwa-Taisha”, ada sebuah gunung bernama Gunung Moriya (dalam bahasa Jepang disebut “Moriya-san”). Penduduk di wilayah Suwa memanggil dewa Gunung Moriya dengan sebutan “Moriya no kami”, yang berarti “dewa Moriya”. Pada festival tersebut, seorang anak laki-laki diikatkan dengan tali pada sebuah pilar kayu,lalu ditempatkan di atas tikar bambu. Seorang pendeta Shinto menghampiri sang anak sambil menyiapkan sebilah pisau. Sebelum pisau itu diayunkan, tiba-tiba datang seorang pembawa pesan yang kemudian membebaskan anak lelaki itu dari ritual korban. Hal ini tentu saja mengingatkan kita pada kisah ketika Ishaq dibebaskan setelah malaikat datang pada Ibrahim.


Ritual serupa juga terdapat dalam tradisi umat Islam yang dikenal dengan Iedul Adha, hanya dalam Islam yang akan dikorbankan oleh nabi Ibrahim adalah Ismail bukan Ishaq seperti pemahaman umat kristiani. Hanya saja, di Jepang, pada festival ini yang dikorbankan adalah 75 ekor rusa, yang satu di antaranya diyakini cacat kupingnya. Rusa ini dipercaya telah dipersiapkan oleh tuhan. Hal ini mungkin ada kaitannya dengan biri-biri jantan yang dipersiapkan tuhan dan kemudian dikorbankan setelah Ishaq bebas. Namun di zaman dahulu, penduduk berpikir bahwa kebiasaan pengorbanan rusa ini adalah hal yang aneh, sebab pengorbanan binatang bukanlah sebuah tradisi Shintoisme.


Penduduk menyebut festival ini sebagai “festival untuk dewa Misakuchi”. “Misakuchi” mungkin berasal dari “mi-isaku-chi”. “Mi” berarti “besar”,“isaku” mungkin saja “Ishaq” (dalam bahasa Hebrew adalah “Yitzhak”), dan“chi” adalah sesuatu (semacam partikel-pen) yang dipakai untuk akhir suatu kata. Tampaknya penduduk Suwa menjadikan Ishaq sebagai dewa, mungkin karena pengaruh dari para kaum pagan.


Kini upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut tak lagi dipraktekkan, tapi kita di sana masih bisa melihat pilar kayu yang disebut“oniye-basira” yang berarti “pilar pengorbanan” (sacrifice-pillar). Kini penduduk menggunakan hewan tiruan sebagai pengganti bintang asli dalam melaksanakan pengorbanan. Bagi rakyat di zaman Meiji, lebih kurang satu abad silam, mengikat seorang anak laki-laki yang diikuti dengan pengorbanan binatang dianggap sebagai perbuatan biadab, dan kebiasaan tersebut dihentikan. Tapi festival itu sendiri hingga hari itu masih berlangsung.


Upacara pengorbanan anak laki-laki tersebut dipertahankan hingga permulaan zaman Meiji. Masumi Sugae, seorang terpelajar Jepang dan pencatat perjalanan yang hidup di zaman Edo, lebih kurang dua abad silam, menuliskan catatan perjalanannya dan mencatat apa yang ia lihat di Suwa.


Catatan ini memperlihatkan keterangan detail mengenai “Ontohsai”. Catatan ini mengatakan bahwa upacara pengorbanan anak laki-laki dan pembebasannya tersebut, serta pengorbanan binatang, masih berlangsung pada zaman Sugae. Catatan Sugae ini tersimpan di museum dekat Suwa-Taisha.


Festival ini dipertahankan oleh keluarga Moriya sejak zaman dahulu kala. Keluarga Moriya berpikir bahwa “Moriya-no-kami” (dewa Moriya) adalah dewa leluhur mereka. Dan mereka berpikir bahwa “Gunung Moriya” adalah tempat suci mereka. Nama “Moriya” mungkin berasal dari “Moriah” (dalam bahasa Hebrew adalah “Moriyyah”) yang juga terdapat dalam Injil kitab Kejadian 22: 2. Keluarga Moriya menyelenggarakan festival tersebut selama 78 generasi.

Kaum Musyrik Quraisy Ketakutan Mendengar Doa Rasulullah SAW


Waktu itu dakwah Nabi Muhammad SAW ibarat masih seumur jagung, namun penentangan dan halangan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy sangat besar. Setiap kali Nabi mendatangi kerumunan orang-orang kafir dan menyeru kebenaran tuhan, Nabi selalu dihujat dan tidak jarang mendapat perlakuan fisik kasar.

Menghadapi semua itu, nabi hanya bisa bersabar dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sebelum atau sesudah dakwah, nabi selalu menyempatkan diri mengunjungi Baitullah untuk beribadah dan memohon petunjuk kepada Allah.
Suatu hari ketika Nabi sedang beribadah di Baitullah, seorang petinggi Quraisy yang getol menentang dakwah nabi, Abu Jahal duduk bersama kawan-kawannya tidak jauh dari Baitullah.

Mereka berkumpul untuk menjalankan siasat menghentikan dakwah nabi. Pada saat itu, Abu Jahal teringat temannya yang baru menyembelih unta, sehingga dalam fikirannya terbesit untuk berbuat jahat dan keji kepada Rasulullah SAW.

“Siapa di antara kalian yang mau pergi mengambil kotoran unta yang baru kemarin disembelih. Maka ambillah, lalu letakkanlah kotoran itu di atas kedua pundak Muhammad ketika dia sedang sujud,” hasut Abu Jahal kepada temannya.

Salah satu kawan Abu Jahal terhasut, kemudian dia berlari mengambil kotoran unta. Setelah kembali ke pelataran Baitullah, dia melihat Rasulullah sedang sujud. Seketika itu, dia menyiramkan kotoran unta itu ke pundak nabi. Seketika perbuatan itu mendapat pujian dari Abu Jahal dan sorakan dari teman-temannya.


Meski tersadar pundaknya dipenuhi kotoran unta, nabi tidak beranjak dari sujudnya dan tetap beribadah. Perbuatan orang-orang Quraisy itu diketahui oleh seorang penduduk Makkah, dia segera berlari memberitahu kejadian itu kepada putri nabi, Fathimah Az-zahra.

Fathimah kaget mendengar kabar itu, dia kemudian bergegas menuju Baitullah untuk melihat situasi sebenarnya. Sesampainya di sana, Fathimah segera mendekati Rasulullah dan membersihkan pundaknya yang dipenuhi kotoran unta. Setelah itu, dia mengolok-olok Abu Jahal dan teman-temannya.

Ketika Fathimah mengolok-olok, nabi yang selesai beribadah kemudian menghampiri Abu Jahal dan mendoakan kecelakaan kepada mereka.

“Ya Allah, tumpaslah orang-orang musyrik Quraisy,” nabi mengulangi doanya itu sampai tiga kali, tiba-tiba Abu Jahal bersama teman-temannya berhenti bersorak. “Ya Allah, tumpaslah Abu Jahal bin Hisyam, ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaiban bin Rabi’ah, Al-wahid bin  ’Uqbah, Umayyah bin Khalaf, dan ‘Uqbah bin Abu Mu’aith,” lanjut doa nabi.

Kemudian nabi bersama Fathimah meninggalkan mereka. Abu Jahal dan teman-temannya dirasuki ketakutan luar biasa. Mereka takut doanya nabi akan terkabul.

Benar saja, Allah mengabulkan doa Nabi Muhammad. Ketika perang Badar berkecamuk, kaum Muslimin berhasil menumpas nama-nama tersebut bersama tumbangnya orang-orang musyrikin lainnya.
Thursday, 23 May 2013

Detik-Detik Pendirian Negara Israel & Sultan Abdulhamid II


SETELAH keruntuhan Daulah İslam di Andalusia pada tahun 1031,berganti pulalah kehidupan  damai  bangsa Yahudi di bawah pemerintahan  kerajaan İslam menjadi  ladang pembantaian oleh Bangsa Eropa yang mengangggap mereka sebagai sampah yang perlu dibersihkan. Hingga mencapai puncaknya pembersihan etnis besar besaran pada tahun 1066 di Toledo. Hal ini lah yang membuat bangsa Yahudi bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghidari  pembersihan etnis mereka.

Daulah Usmaniyah  sejak didirikan pada tahun  1301 oleh Osman Gazi selalu menjunjung  tinggi rasa toleransi  antar agama dan bangsa. Hingga pada saat  Sulaiman yang Agung berkuasa (1520-1566),Beliau mendapatkan hadiah budak perempuan yahudi  dari  Rusia, dan kemudian diperistri oleh beliau.




Pada tahun 1648 ketika masa kepemimpinan sultan Muhammad ke-4, seorang Yahudi kelahiran İzmir,Turki  bernama Sabetay Sewi  mengeluakan  sebuah gagasan “kembali ke tanah yang dijanjikan”. Dan dia juga mengaku bahwasannya dia adalah Sang Masih yang di tunggu dan akan memimpin  Umat Yahudi kembali ke Qudus untuk mendirikan sebuah negara Yahudi. Dengan cepat gagasan ini menjadi  sebuah ideologi yang dengan cepatnya menyesaki kepala  bangsa Yahudi di seluruh dunia dan terlebih Yahudi eropa yang telah lama mendambakan hidup tenang dari ancaman keganasan Bangsa  Eropa. Tak pelak gagasan Sabetay inilah adalah sebuah benih bermulanya gerakan zionis yang meresahkan perdamaian dunia hingga saat ini.

Mungkin dalam tulisan ini saya tidak membahas terlalu dalam tentang sabetay dan kehidupannya. Namun saya akan coba membicarakan  usaha  gerakan zionis yang merupakan perwujudan ideologinya untuk mendapatkan izin kembali dan tinggal di Palestina  dari Halifah Abdulhamid  II.


Sultan Abdulhamid adalah sultan ke-34 dari kesultanan Usmaniyah yang  bertahta pada usia 34 tahun,beliau merupakan salah satu sultan usmaniyah yang terbesar dan terbaik selain Sultan Muhammad II, Sultan Yawuz Salim dan Sultan Sulaiman Yang Agung. Seorang  alim yang menguasai bahas Arab dan Persia dengan sangat baik,kritis dan cerdas dalam membaca siasat barat untuk meruntuhkan umat İslam dan negaranya.


Pada tahun 1897, setahun sebelum  kongres internasional zionis pertama di Brussel, Theodore Herzl mengarang sebuah buku berjudul “Der Judenstaat” yang berarti negara orang  orang Yahudi. Dalam kampanyenya  dihadapan 20 ribu Yahudi Safarad, yang merupakan Yahudi imigran dari spanyol, Herzl kembali menyegarkan  idelogi  Sabetay untuk kembali ke tanah yang dijanjikan dan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.


Namun dia sadar, bahwa tanah palestina adalah bagian dari kesultanan Usmaniyah dibawah kepemimpinan Halifah  Abdulhamid II, maka dalam rentang  waktu 6 tahun dari tahun 1896-1902 di berusaha menemui beliau untuk berbicara berdua menyampaikan keinginan Bangsa Yahudi.


Menyadari sulitnya  bertemu dengan Sultan, pada tanggal 23 maret 1897 meminta  Kont Newlinski, seorang agen dari  Polandia dan sekaligus  teman dekat  Sultan Abdulhamid 2, untuk menyampaikan permintaannya kepada Halifah.


Dalam pertemuannya dengan Sultan Newlinski  berkata kepada Sultan. “Keadaan ekonomi negara  kita sangat memperihatinkan,jika tanpa ada bantuan finansial mustahil keadaan ini bisa membaik. Di belahan bumi lainya ada sekumpulan Zionis-Yahudi  dibawah Teodore Herzl  menjanjikan bantuan  berupa 5 juta emas  untuk anda dan 20 juta poundterling untuk melunasi semua hutang-hutang negara Anda, dan mereka berjaji  untuk membatu mengembalikan reputasi negara anda yang sempat lemah di eropa. Mereka Hanya ingin satu permintaan dari anda,yaitu izin agar mereka  boleh kembali ke Qudus. Dan jika anda mengizinkan maka mereka berjanji akan memberikan 800 ribu emas tiap tahunnya kepada  yang Mulia dan 2 juta poundterling  untuk negara Anda.”


Pada tahun 1881 badang keuangan Daulah Usmaniyah menyatakan ketidak mampuan untuk membayah utangnya, hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Herzl untuk merongrong keimanan umat İslam.


Sultan Abdulhamid II mampu membaca
gelagat buruk didepannya.Dengan segera menjawab perkataan Newlinski.” Sahabatku, katakan ini kepada Hertz agar dia tidak melangkah lebih jauh dalam masalah ini. Karena  sejengkalpun tanah ini  aku tidak bisa memberikan. Karena  itu bukan milik saya, melaikan milik ummat. Untuk mendapatkan tanah itu  para pendahulu kami bersimbah darah mengorbankan jiwanya. Dan jika tanah itu akan berpisah dengan kami, maka kamipun harus melepasnya dengan  aliran darah dan jiwa kami. Sedikitpun saya tidak bisa memberikannya. Kerjaan ku ketika hancur nanti maka kalian bisa mengambilnya tanpa biaya, namun selama saya masih bernyawa selama itu pıla keputusanku tidak akan berubah.”

Setelah gagal dalam usahanya yang pertama, Hertz berusaha  mendekati Kaisar Jerman Wilhem II yang akan mengadakan kunjungan ke İstanbul  untuk mengutarakan niatannya. Namun sayang karena ketatnya penjagaan istana maka Hertzl tidak mampu mendekati  Kaisar Wilhem.


Pada tanggal 13 agustus 1899 sebagai usahanya yang ke-3,Hertzl memberanikan diri  mengirim telegram  kepada Sultan. Dalam telegram  tersebuat Hertzl  berusaha menyakinkan sultan bahwa maksud keinginan Yahudi Hanya untuk tinggal di Qudus.S ultan  yang dalam sejarah Turki merupakan  pendiri pertama badan İntelejen negara telah mengetahui maksud dan tujuan Yahudi yang sebenarnya secara tegas menolak permintan tersebut.


Tetapi berkat kegigihannya melobi para pembesar negara pada tahun 1901 ia berhasil menemui sultan dan bertatap muka selama dua jam di Yıldız Sarayı ( İstana Yıldız). Dalam pertemuan itu Hertzl menyatakan  keinginan Kaun Yahudi Hanya hidup normal bertani di Qudus dan dia kembali menjanjikan  imimg iming yang pernah ia  sampaikan melalui Newlinsky kepada Sultan Abdulhamid.


Selama pertemuan itu sultan Abdulhamid II lebih banyak mendengar dari pada meladeni  Hertzl.Dan sekali lagi Sultan menunjukan kecerdasan dan ketegasannya dalm menolak permintaan kaum Zionis-yahudi. Setelah pertemua itu Sultan berkata “Kepala para zionis itu  tidak mampu meyakinkan saya.Dia lupa bahwa akal saja tidak mampu memecahkan semua permasalahan bangsanya. Dia  mengatakan. Dia mengatakan bahwa banga Yahahudi hanya ingin kembali ke tanah suci untuk ahidup normal bertani. Tapi aku yakin bahwa keinginan mereka bukan hanya itu. Mereka akan membentuk pemerintahan sendiri,mengirimkan wakilnya dan banyak lagi keinginan mereka. Saya mengerti keinginan sebenarnya mereka. Mereka mengira bahwa aku akan menerima semua tawaran mereka.Dan jika mereka mengobarkan permusuhan dengan ku akan masalah ini,akupun akan mengobarkannya.”


Seakan akan putus asa Hertzl berkata kepada kongres Zionis .”Harapan ku untuk mewujudkan angan Bangsa Yahudi kembali ke tanah yang dijanjikan telah hilang.Bangsa Yahudi Tak akan bisa memasuki tanah itu. Selama Sultan Abdulhamid masih bertahta maka keadaan tidak akan pernah berubah. Jika kita tetap ingin impian kita terwujud maka Abdulhamid harus kita lengserkan dari tahta dan kita gantikan dengan yang lebih berpihak kepada kita”.


Mulailah agen agen Zionis-Yahudi menyusupi partai partai dan gerakan nasionalime Turki. Hingga akhirnya melauli partai “ittihad ve terakki” yang juga bertujuan ingin mengguling Usmaniyah berhasil meloloskan Emanuel Carasso seorang Yahudi Masonic asal Kosova menjadi Anggota parlemen kerajaan.hingga mencapai puncaknya pada kudeta yang dilancarkan oleh Partai İttihad dan Terakki pada tanggal 31 Maret 1908 yang berhasil menggulingkan Sultan Abdulhamid II dari tahta dan mengasingkan beliau ke Selanik.


Tercapailah keinginan Zionis-Yahudi untuk menyingkirkan Palang pintu terakhir sebelum menuju ke Qudus. Setelah perang dunia I,Sebagai pihak yang kalah, Usmani harus rela mengakhiri sejarah kerejaannya dan merelakan tanah kekuasaan mereka dibagi-bagi menjadi negara kecil oleh barat. Dan palestina menjadi daerah mandat yang diserahkan PPB kepada İnggris.Dan mulailah migrasi besar besar Bangsa Yahudi ke Tanah yang dijanjikan,Palestina.


Telah wafatlah seorang halifah islam yang gagah berani melindungi harkat dan martabat umat islam. Walaupun dalam keadaan negara yang carut marut. Sultan Abdulhamid II meningggal pada tangga 10 Pebruari 1918 pada usia 75 tahun. Semoga Allah merahmati Beliau.  [islampos]
Unknown Sejarah

Detik-Detik Pendirian Negara Israel & Sultan Abdulhamid II


SETELAH keruntuhan Daulah İslam di Andalusia pada tahun 1031,berganti pulalah kehidupan  damai  bangsa Yahudi di bawah pemerintahan  kerajaan İslam menjadi  ladang pembantaian oleh Bangsa Eropa yang mengangggap mereka sebagai sampah yang perlu dibersihkan. Hingga mencapai puncaknya pembersihan etnis besar besaran pada tahun 1066 di Toledo. Hal ini lah yang membuat bangsa Yahudi bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menghidari  pembersihan etnis mereka.

Daulah Usmaniyah  sejak didirikan pada tahun  1301 oleh Osman Gazi selalu menjunjung  tinggi rasa toleransi  antar agama dan bangsa. Hingga pada saat  Sulaiman yang Agung berkuasa (1520-1566),Beliau mendapatkan hadiah budak perempuan yahudi  dari  Rusia, dan kemudian diperistri oleh beliau.



Pada tahun 1648 ketika masa kepemimpinan sultan Muhammad ke-4, seorang Yahudi kelahiran İzmir,Turki  bernama Sabetay Sewi  mengeluakan  sebuah gagasan “kembali ke tanah yang dijanjikan”. Dan dia juga mengaku bahwasannya dia adalah Sang Masih yang di tunggu dan akan memimpin  Umat Yahudi kembali ke Qudus untuk mendirikan sebuah negara Yahudi. Dengan cepat gagasan ini menjadi  sebuah ideologi yang dengan cepatnya menyesaki kepala  bangsa Yahudi di seluruh dunia dan terlebih Yahudi eropa yang telah lama mendambakan hidup tenang dari ancaman keganasan Bangsa  Eropa. Tak pelak gagasan Sabetay inilah adalah sebuah benih bermulanya gerakan zionis yang meresahkan perdamaian dunia hingga saat ini.

Mungkin dalam tulisan ini saya tidak membahas terlalu dalam tentang sabetay dan kehidupannya. Namun saya akan coba membicarakan  usaha  gerakan zionis yang merupakan perwujudan ideologinya untuk mendapatkan izin kembali dan tinggal di Palestina  dari Halifah Abdulhamid  II.

Sultan Abdulhamid adalah sultan ke-34 dari kesultanan Usmaniyah yang  bertahta pada usia 34 tahun,beliau merupakan salah satu sultan usmaniyah yang terbesar dan terbaik selain Sultan Muhammad II, Sultan Yawuz Salim dan Sultan Sulaiman Yang Agung. Seorang  alim yang menguasai bahas Arab dan Persia dengan sangat baik,kritis dan cerdas dalam membaca siasat barat untuk meruntuhkan umat İslam dan negaranya.

Pada tahun 1897, setahun sebelum  kongres internasional zionis pertama di Brussel, Theodore Herzl mengarang sebuah buku berjudul “Der Judenstaat” yang berarti negara orang  orang Yahudi. Dalam kampanyenya  dihadapan 20 ribu Yahudi Safarad, yang merupakan Yahudi imigran dari spanyol, Herzl kembali menyegarkan  idelogi  Sabetay untuk kembali ke tanah yang dijanjikan dan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

Namun dia sadar, bahwa tanah palestina adalah bagian dari kesultanan Usmaniyah dibawah kepemimpinan Halifah  Abdulhamid II, maka dalam rentang  waktu 6 tahun dari tahun 1896-1902 di berusaha menemui beliau untuk berbicara berdua menyampaikan keinginan Bangsa Yahudi.

Menyadari sulitnya  bertemu dengan Sultan, pada tanggal 23 maret 1897 meminta  Kont Newlinski, seorang agen dari  Polandia dan sekaligus  teman dekat  Sultan Abdulhamid 2, untuk menyampaikan permintaannya kepada Halifah.

Dalam pertemuannya dengan Sultan Newlinski  berkata kepada Sultan. “Keadaan ekonomi negara  kita sangat memperihatinkan,jika tanpa ada bantuan finansial mustahil keadaan ini bisa membaik. Di belahan bumi lainya ada sekumpulan Zionis-Yahudi  dibawah Teodore Herzl  menjanjikan bantuan  berupa 5 juta emas  untuk anda dan 20 juta poundterling untuk melunasi semua hutang-hutang negara Anda, dan mereka berjaji  untuk membatu mengembalikan reputasi negara anda yang sempat lemah di eropa. Mereka Hanya ingin satu permintaan dari anda,yaitu izin agar mereka  boleh kembali ke Qudus. Dan jika anda mengizinkan maka mereka berjanji akan memberikan 800 ribu emas tiap tahunnya kepada  yang Mulia dan 2 juta poundterling  untuk negara Anda.”

Pada tahun 1881 badang keuangan Daulah Usmaniyah menyatakan ketidak mampuan untuk membayah utangnya, hal ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Herzl untuk merongrong keimanan umat İslam.

Sultan Abdulhamid II mampu membaca gelagat buruk didepannya.Dengan segera menjawab perkataan Newlinski.” Sahabatku, katakan ini kepada Hertz agar dia tidak melangkah lebih jauh dalam masalah ini. Karena  sejengkalpun tanah ini  aku tidak bisa memberikan. Karena  itu bukan milik saya, melaikan milik ummat. Untuk mendapatkan tanah itu  para pendahulu kami bersimbah darah mengorbankan jiwanya. Dan jika tanah itu akan berpisah dengan kami, maka kamipun harus melepasnya dengan  aliran darah dan jiwa kami. Sedikitpun saya tidak bisa memberikannya. Kerjaan ku ketika hancur nanti maka kalian bisa mengambilnya tanpa biaya, namun selama saya masih bernyawa selama itu pıla keputusanku tidak akan berubah.”


Setelah gagal dalam usahanya yang pertama, Hertz berusaha  mendekati Kaisar Jerman Wilhem II yang akan mengadakan kunjungan ke İstanbul  untuk mengutarakan niatannya. Namun sayang karena ketatnya penjagaan istana maka Hertzl tidak mampu mendekati  Kaisar Wilhem.

Pada tanggal 13 agustus 1899 sebagai usahanya yang ke-3,Hertzl memberanikan diri  mengirim telegram  kepada Sultan. Dalam telegram  tersebuat Hertzl  berusaha menyakinkan sultan bahwa maksud keinginan Yahudi Hanya untuk tinggal di Qudus.S ultan  yang dalam sejarah Turki merupakan  pendiri pertama badan İntelejen negara telah mengetahui maksud dan tujuan Yahudi yang sebenarnya secara tegas menolak permintan tersebut.

Tetapi berkat kegigihannya melobi para pembesar negara pada tahun 1901 ia berhasil menemui sultan dan bertatap muka selama dua jam di Yıldız Sarayı ( İstana Yıldız). Dalam pertemuan itu Hertzl menyatakan  keinginan Kaun Yahudi Hanya hidup normal bertani di Qudus dan dia kembali menjanjikan  imimg iming yang pernah ia  sampaikan melalui Newlinsky kepada Sultan Abdulhamid.

Selama pertemuan itu sultan Abdulhamid II lebih banyak mendengar dari pada meladeni  Hertzl.Dan sekali lagi Sultan menunjukan kecerdasan dan ketegasannya dalm menolak permintaan kaum Zionis-yahudi. Setelah pertemua itu Sultan berkata “Kepala para zionis itu  tidak mampu meyakinkan saya.Dia lupa bahwa akal saja tidak mampu memecahkan semua permasalahan bangsanya. Dia  mengatakan. Dia mengatakan bahwa banga Yahahudi hanya ingin kembali ke tanah suci untuk ahidup normal bertani. Tapi aku yakin bahwa keinginan mereka bukan hanya itu. Mereka akan membentuk pemerintahan sendiri,mengirimkan wakilnya dan banyak lagi keinginan mereka. Saya mengerti keinginan sebenarnya mereka. Mereka mengira bahwa aku akan menerima semua tawaran mereka.Dan jika mereka mengobarkan permusuhan dengan ku akan masalah ini,akupun akan mengobarkannya.”

Seakan akan putus asa Hertzl berkata kepada kongres Zionis .”Harapan ku untuk mewujudkan angan Bangsa Yahudi kembali ke tanah yang dijanjikan telah hilang.Bangsa Yahudi Tak akan bisa memasuki tanah itu. Selama Sultan Abdulhamid masih bertahta maka keadaan tidak akan pernah berubah. Jika kita tetap ingin impian kita terwujud maka Abdulhamid harus kita lengserkan dari tahta dan kita gantikan dengan yang lebih berpihak kepada kita”.

Mulailah agen agen Zionis-Yahudi menyusupi partai partai dan gerakan nasionalime Turki. Hingga akhirnya melauli partai “ittihad ve terakki” yang juga bertujuan ingin mengguling Usmaniyah berhasil meloloskan Emanuel Carasso seorang Yahudi Masonic asal Kosova menjadi Anggota parlemen kerajaan.hingga mencapai puncaknya pada kudeta yang dilancarkan oleh Partai İttihad dan Terakki pada tanggal 31 Maret 1908 yang berhasil menggulingkan Sultan Abdulhamid II dari tahta dan mengasingkan beliau ke Selanik.

Tercapailah keinginan Zionis-Yahudi untuk menyingkirkan Palang pintu terakhir sebelum menuju ke Qudus. Setelah perang dunia I,Sebagai pihak yang kalah, Usmani harus rela mengakhiri sejarah kerejaannya dan merelakan tanah kekuasaan mereka dibagi-bagi menjadi negara kecil oleh barat. Dan palestina menjadi daerah mandat yang diserahkan PPB kepada İnggris.Dan mulailah migrasi besar besar Bangsa Yahudi ke Tanah yang dijanjikan,Palestina.

Telah wafatlah seorang halifah islam yang gagah berani melindungi harkat dan martabat umat islam. Walaupun dalam keadaan negara yang carut marut. Sultan Abdulhamid II meningggal pada tangga 10 Pebruari 1918 pada usia 75 tahun. Semoga Allah merahmati Beliau.  [islampos]
Unknown Sejarah
Wednesday, 22 May 2013

Ya'juj dan Ma'juj - Nabi Zulkarnain A.S


Dalam perjalanan Zulkarnain ke arah barat, di sebut dalam surah Al-kahfi ayat 86 :

“Hingga apabila dia sampai ke tempat terbenamnya matahari,dia melihat matahari terbenam pada laut yang berlumpur hitam…..”

laut berlumpur hitam itu jika kita anggapkan dengan perjalanan Raja Kurush bermula dari pusat empayarnya dari Iran ke barat,maka bertemulah kita dengan Laut Hitam! Laut yang berlumpur hitam itu adalah Laut Hitam kerana jika kita mengambil gambar dari udara,semua lautan lain airnya berwarna kebiru-biruan kerana didasarnya adalah pasir,kecuali hanya Laut Hitam yang berwarna hitam kerana dasarnya berlumpur hitam.
Selain itu ciri lain Zulkarnain ialah beliau boleh menerima wahyu,seperti firman Allah dalam surah Al-Kahfi…

“…dan kami berkata wahai Zulkarnain,kamu mampu menyiksa ataupun mampu berbuat kebaikan kepada mereka” – ayat 86.

Raja Kurush disebut dalam kitab perjanjian lama seperti buku Isaiah,U’zair dan Chronicle… sebagai seorang raja yang beriman. Jika diteliti sejarah, Raja Kurush menganut agama Zarathustra yang dibawa oleh Nabi Zahathustra. Pada asalnya agama ini tidak menyembah api dan ia adalah diantara empat agama wahyu ilahi.Namun lama kelamaan ia diselewengkan seperti kristian diselewengkan kepada Trinity juga.Nama Zarathustra bertukar kepada Zoroaster selepas itu di zaman yunani purba.Selepas kedatangan islam mereka disebut ahli Al-kitab.

Ternyata raja Kurush seorang raja yang pemaaf, tidak suka kepada pembunuhan, memberi kebebasan beragama dan memperkenalkan hak asasi manusia dan seorang raja yang adil seperti yang tercatat di Cyrus Cylinder.Raja Kurush adalah seorang hamba Allah yang beriman dan takut pada Allah. Beliau telah membebaskan tawanan yahudi dan membenarkan mereka pulang ke Jurusalem dan membina semula tempat ibadat yang pernah dibangunkan oleh Nabi Sulaiman untuk menyembah Allah. Contoh lain ialah ketika Raja Kurush menawan Lydia, rajanya yaitu Raja Croesus tidak dibunuh atau dizalimi tetapi sebaliknya dilantik sebagai penasihat dan sahabatnya pula.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah beliau melakukan perjalanan ke arah Timur seperti firman Allah dalam surah Al-kahfi..

“Hingga ia sampai ke tempat terbitnya matahari(timur) dan mendapati suatu kaum yang tiada bagi mereka perlindungan”.

Sekali lagi dilihat Raja Kurush memenuhi ciri ini kerana beliau pernah bergerak ke Timur yaitu pernah menakluki Makran dan Sistani hingga ke Balkhan dan Afghanistan.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah membina benteng besi penghalang Yakjuj Makjuj sebagaimana Firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 93-96 yang bermaksud :

“Hingga beliau(Zulkarnain) sampai diantara dua pengadang,beliau mendapati suatu kaum yang hampir-hampir tidak difahami bahasa mereka.Mereka berkata : Wahai Zulkarnain,sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj adalah orang-orang yang melakukan kerosakan di muka bumi,maka bolehkah kami memberi kamu suatu pembayaran supaya kamu membina dinding antara kami dan mereka(yakjuj makjuj).Maka berkata Zulkarnain : apa yang dikuasakan oleh Tuhanku padanya adalah lebih baik,maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka.Berikanlah kepada aku kepingan kepingan besi hingga apabila besi itu sama rata dengan kedua-dua puncak gunung itu,dia pun berkata:Tiuplah! Sehingga selepas besi itu menjadi merah seperti api,dia pun berkata : berilah kepadaku tembaga yang sudah dilebur untuk aku tuangkan kepadanya” [Al-Quran:surah Al-kahfi : 93-94 ]

Berkaitan dengan perkara di atas , Penduduk atau bangsa yang meminta bantuan dari Zulkarnain itu bukannya penduduk atau komunitas yang sembarangan,mereka ini adalah bangsa yang kaya raya kerana mereka sanggup membayar upah kepada seorang raja yang terkenal. Mengikut pendapat ramai pakar sejarah, tembok Zulkarnain ialah satu tembok di kawasan Kaukasus di kawasan barat laut Kaspia. Ukurannya ialah 50 batu panjang,29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki.


Merujuk kepada penulisan Herodotus, beliau mengatakan keturunan Makjuj disebut Scythian dalam bahasa Yunani. Ia didukung oleh flavius Josephus selepas itu. Herodotus menulis bahawa Kaum Scythian pernah menguasai Madia /Empayar Parsi selama 28 tahun dan selepas itu mereka dikalahkan kembali oleh raja Kurush (Cyrus The Great).

Untuk mengetahui siapakah bangsa yang meminta bantua Zulkarnain, marilah kita merujuk ayat Al-Quran ,kata-kata Zulkarnain “maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka”. Ada yang beranggapan ini bermaksud Zulkarnain hanya membantu mereka, sebenarnya mereka telah mahir dan mempunyai alat-alat tersebut (telah pandai bukan kaum yang primitif).

Maka siapakah bangsa misteri itu? Jika menurut penulisan Herodotus, kaum Georgian adalah golongan yang pertama sekali mengetahui cara melebur dan membentuk besi. Mereka berasal dari Selatan Kaukasus. Kaum ini di kenali sebagai Kolchis oleh orang purba Yunani dan Rom. Keturunan mereka telah disebut dalam kitab Genesis sebagai guru atau pengajar kepada semua kemahiran dan pertukangan yang melibatkan besi dan tembaga [Herodotus:Trans by William Beloe. (1831) :Jones&Co;University of Michigan]

Bangsa Armenia juga dikatakan mahir dalam pencairan besi di zaman purba.Walaupun begitu mereka – [ orang-orang Georgia dan Armenia] - selalu diserang oleh kaum dari utara yang disifatkan sebagai ganas dan liar iaitu kaum Scythian dan Cimmerian.


Dicatatkan bahawa dalam kurun ke 6 SM hingga ke 5 SM mereka dibawah taklukan Empayar Parsi yang ditadbir oleh Dinasti Achaemenes.Maka,siapakah raja dari Dinasti Achaemenes itu?... raja itu ialah… tidak lain dan tidak bukan Raja Kurush (Cyrus The Great).

jika mereka sudah tahu dan mahir membuat dan melebur besi,mengapa perlu meminta pertolongan Zulkarnain untuk membuat tembok besi itu???

Jawabannya ialah sudah pasti mereka meminta Zulkarnain membuat dan menyelenggarakan projek tersebut kerana pada waktu itu mereka di bawah kekuasaan atau kerajaan Zulkarnain.Rakyat mestilah memohon dan memaklum akan hasrat tersebut kepada pemerintah,Dengan bantuan Zulkarnain dan pengawalan bala tenteranya sudah pasti projek tersebut telah berjalan lancar selama 9 tahun dan siap tanpa gangguan dari kaum Scythian sebelah utara!

Alasan yang lain ialah mungkin mereka ingin teknologi pembinaan yang lebih canggih dari Zulkarnain yang ketika itu raja yang menguasai Timur dan barat memandangkan tembok yang ingin dibina ialah panjangnya 50 batu, 29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki itu tidak mampu dibuat oleh mereka tanpa bantuan teknologi Zulkarnain. Bayangkanlah bagaimanakah rupanya alat yang digunakan untuk MENIUP besi panas yang berwarna merah itu sebelum ia di campurkan dengan tembaga yang sudah lebur keatasnya seperti yang diterangkan dalam Al-Quran itu!

Jika disandarkan kepada kriteria Zulkarnain,maka Raja Kurush adalah orang yang paling layak dan beliau terbukti mempunyai teknologi yang hebat,contohnya ketika mengalihkan aliran sungai Euphrate sehingga aras airnya menurun ke aras paha dan memudahkan tentera berkudanya menyeberangi sungai tersebut lalu menakluki Babylon pada tahun 539 SM .

Kesimpulan

Maka Raja Kurush dari Empayar Parsi itulah Zulkarnain, Dialah yang membina tembok besi bercampur tembaga itu.
kaum Georgian dan Bangsa Armenia adalah kaum yang meminta dibina tembok.
Pada masanya Ya'juj dan Ma'juj adalah Kaum Scythian dan Cimmerian.
rayhanmogerz 

Ya'juj dan Ma'juj - Nabi Zulkarnain A.S


Dalam perjalanan Zulkarnain ke arah barat, di sebut dalam surah Al-kahfi ayat 86 :

“Hingga apabila dia sampai ke tempat terbenamnya matahari,dia melihat matahari terbenam pada laut yang berlumpur hitam…..”

laut berlumpur hitam itu jika kita anggapkan dengan perjalanan Raja Kurush bermula dari pusat empayarnya dari Iran ke barat,maka bertemulah kita dengan Laut Hitam! Laut yang berlumpur hitam itu adalah Laut Hitam kerana jika kita mengambil gambar dari udara,semua lautan lain airnya berwarna kebiru-biruan kerana didasarnya adalah pasir,kecuali hanya Laut Hitam yang berwarna hitam kerana dasarnya berlumpur hitam.
Selain itu ciri lain Zulkarnain ialah beliau boleh menerima wahyu,seperti firman Allah dalam surah Al-Kahfi…

“…dan kami berkata wahai Zulkarnain,kamu mampu menyiksa ataupun mampu berbuat kebaikan kepada mereka” – ayat 86.

Raja Kurush disebut dalam kitab perjanjian lama seperti buku Isaiah,U’zair dan Chronicle… sebagai seorang raja yang beriman. Jika diteliti sejarah, Raja Kurush menganut agama Zarathustra yang dibawa oleh Nabi Zahathustra. Pada asalnya agama ini tidak menyembah api dan ia adalah diantara empat agama wahyu ilahi.Namun lama kelamaan ia diselewengkan seperti kristian diselewengkan kepada Trinity juga.Nama Zarathustra bertukar kepada Zoroaster selepas itu di zaman yunani purba.Selepas kedatangan islam mereka disebut ahli Al-kitab.

Ternyata raja Kurush seorang raja yang pemaaf, tidak suka kepada pembunuhan, memberi kebebasan beragama dan memperkenalkan hak asasi manusia dan seorang raja yang adil seperti yang tercatat di Cyrus Cylinder.Raja Kurush adalah seorang hamba Allah yang beriman dan takut pada Allah. Beliau telah membebaskan tawanan yahudi dan membenarkan mereka pulang ke Jurusalem dan membina semula tempat ibadat yang pernah dibangunkan oleh Nabi Sulaiman untuk menyembah Allah. Contoh lain ialah ketika Raja Kurush menawan Lydia, rajanya yaitu Raja Croesus tidak dibunuh atau dizalimi tetapi sebaliknya dilantik sebagai penasihat dan sahabatnya pula.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah beliau melakukan perjalanan ke arah Timur seperti firman Allah dalam surah Al-kahfi..

“Hingga ia sampai ke tempat terbitnya matahari(timur) dan mendapati suatu kaum yang tiada bagi mereka perlindungan”.

Sekali lagi dilihat Raja Kurush memenuhi ciri ini kerana beliau pernah bergerak ke Timur yaitu pernah menakluki Makran dan Sistani hingga ke Balkhan dan Afghanistan.

Ciri Zulkarnain yang lain ialah membina benteng besi penghalang Yakjuj Makjuj sebagaimana Firman Allah dalam surah al-Kahfi ayat 93-96 yang bermaksud :

“Hingga beliau(Zulkarnain) sampai diantara dua pengadang,beliau mendapati suatu kaum yang hampir-hampir tidak difahami bahasa mereka.Mereka berkata : Wahai Zulkarnain,sesungguhnya Yakjuj dan Makjuj adalah orang-orang yang melakukan kerosakan di muka bumi,maka bolehkah kami memberi kamu suatu pembayaran supaya kamu membina dinding antara kami dan mereka(yakjuj makjuj).Maka berkata Zulkarnain : apa yang dikuasakan oleh Tuhanku padanya adalah lebih baik,maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka.Berikanlah kepada aku kepingan kepingan besi hingga apabila besi itu sama rata dengan kedua-dua puncak gunung itu,dia pun berkata:Tiuplah! Sehingga selepas besi itu menjadi merah seperti api,dia pun berkata : berilah kepadaku tembaga yang sudah dilebur untuk aku tuangkan kepadanya” [Al-Quran:surah Al-kahfi : 93-94 ]

Berkaitan dengan perkara di atas , Penduduk atau bangsa yang meminta bantuan dari Zulkarnain itu bukannya penduduk atau komunitas yang sembarangan,mereka ini adalah bangsa yang kaya raya kerana mereka sanggup membayar upah kepada seorang raja yang terkenal.Mengikut pendapat ramai pakar sejarah, tembok Zulkarnain ialah satu tembok di kawasan Kaukasus di kawasan barat laut Kaspia. Ukurannya ialah 50 batu panjang,29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki.


Merujuk kepada penulisan Herodotus, beliau mengatakan keturunan Makjuj disebut Scythian dalam bahasa Yunani. Ia didukung oleh flavius Josephus selepas itu. Herodotus menulis bahawa Kaum Scythian pernah menguasai Madia /Empayar Parsi selama 28 tahun dan selepas itu mereka dikalahkan kembali oleh raja Kurush (Cyrus The Great).

Untuk mengetahui siapakah bangsa yang meminta bantua Zulkarnain, marilah kita merujuk ayat Al-Quran ,kata-kata Zulkarnain “maka tolonglah aku dengan kekuatan tenaga manusia dan alat alat supaya dapat aku membuat dinding antara kamu dan mereka”. Ada yang beranggapan ini bermaksud Zulkarnain hanya membantu mereka, sebenarnya mereka telah mahir dan mempunyai alat-alat tersebut (telah pandai bukan kaum yang primitif).

Maka siapakah bangsa misteri itu? Jika menurut penulisan Herodotus, kaum Georgian adalah golongan yang pertama sekali mengetahui cara melebur dan membentuk besi. Mereka berasal dari Selatan Kaukasus. Kaum ini di kenali sebagai Kolchis oleh orang purba Yunani dan Rom. Keturunan mereka telah disebut dalam kitab Genesis sebagai guru atau pengajar kepada semua kemahiran dan pertukangan yang melibatkan besi dan tembaga [Herodotus:Trans by William Beloe. (1831) :Jones&Co;University of Michigan]

Bangsa Armenia juga dikatakan mahir dalam pencairan besi di zaman purba.Walaupun begitu mereka – [ orang-orang Georgia dan Armenia] - selalu diserang oleh kaum dari utara yang disifatkan sebagai ganas dan liar iaitu kaum Scythian dan Cimmerian.


Dicatatkan bahawa dalam kurun ke 6 SM hingga ke 5 SM mereka dibawah taklukan Empayar Parsi yang ditadbir oleh Dinasti Achaemenes.Maka,siapakah raja dari Dinasti Achaemenes itu?... raja itu ialah… tidak lain dan tidak bukan Raja Kurush (Cyrus The Great).

jika mereka sudah tahu dan mahir membuat dan melebur besi,mengapa perlu meminta pertolongan Zulkarnain untuk membuat tembok besi itu???

Jawabannya ialah sudah pasti mereka meminta Zulkarnain membuat dan menyelenggarakan projek tersebut kerana pada waktu itu mereka di bawah kekuasaan atau kerajaan Zulkarnain.Rakyat mestilah memohon dan memaklum akan hasrat tersebut kepada pemerintah,Dengan bantuan Zulkarnain dan pengawalan bala tenteranya sudah pasti projek tersebut telah berjalan lancar selama 9 tahun dan siap tanpa gangguan dari kaum Scythian sebelah utara!

Alasan yang lain ialah mungkin mereka ingin teknologi pembinaan yang lebih canggih dari Zulkarnain yang ketika itu raja yang menguasai Timur dan barat memandangkan tembok yang ingin dibina ialah panjangnya 50 batu, 29 kaki tinggi dan tebalnya ialah 10 kaki itu tidak mampu dibuat oleh mereka tanpa bantuan teknologi Zulkarnain. Bayangkanlah bagaimanakah rupanya alat yang digunakan untuk MENIUP besi panas yang berwarna merah itu sebelum ia di campurkan dengan tembaga yang sudah lebur keatasnya seperti yang diterangkan dalam Al-Quran itu!

Jika disandarkan kepada kriteria Zulkarnain,maka Raja Kurush adalah orang yang paling layak dan beliau terbukti mempunyai teknologi yang hebat,contohnya ketika mengalihkan aliran sungai Euphrate sehingga aras airnya menurun ke aras paha dan memudahkan tentera berkudanya menyeberangi sungai tersebut lalu menakluki Babylon pada tahun 539 SM .

Kesimpulan

Maka Raja Kurush dari Empayar Parsi itulah Zulkarnain, Dialah yang membina tembok besi bercampur tembaga itu.
kaum Georgian dan Bangsa Armenia adalah kaum yang meminta dibina tembok.
Pada masanya Ya'juj dan Ma'juj adalah Kaum Scythian dan Cimmerian.

Khutbah Rasulullah SAW tentang Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.

“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.

“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.

“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.

“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”

“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”

Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.

“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.

“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.

Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”

Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.

Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”

Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”

 Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”

Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”

Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.

Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.

Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”